KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat pembangunan Gedung Kudus Sehat (GKS) yang berada di Jalan dr. Loekmono Hadi.
Hingga awal Agustus 2026, progres fisik proyek mencapai sekitar 23 persen atau masih terpaut satu persen dari target yang ditetapkan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta kontraktor menambah jumlah pekerja dan mengoptimalkan jam kerja agar keterlambatan dapat segera dikejar. Menurutnya, selisih progres tersebut masih memungkinkan untuk dikejar dalam waktu dekat.
Baca Juga: Industri Manufaktur Topang Investasi Kudus, Realisasi Tembus 97 Persen dari Target
"Posisi sekarang 23 persen dengan deviasi minus satu persen. Dalam sepekan ke depan kami targetkan bisa kembali menjadi positif," ujarnya.
Selain penambahan tenaga kerja, Pemkab Kudus juga akan melakukan penyesuaian pekerjaan melalui skema Contract Change Order (CCO).
Skema tersebut dilakukan untuk mengakomodasi pekerjaan yang belum tercantum dalam kontrak sekaligus mengurangi pekerjaan yang dinilai tidak menjadi prioritas.
"Ada pekerjaan yang belum terakomodasi akan dimasukkan melalui CCO, sementara pekerjaan yang kurang mendesak akan disesuaikan agar seluruh kebutuhan proyek tetap terpenuhi," jelas Sam’ani.
Ia juga menginstruksikan kontraktor menerapkan lembur apabila diperlukan, terutama untuk pekerjaan pengecoran yang memungkinkan dilakukan hingga malam hari.
"Kami minta jumlah pekerja ditambah dan jam kerja dioptimalkan, termasuk lembur supaya progres bisa lebih cepat," tegasnya.
Meski masa kontrak pembangunan masih berlangsung hingga 29 Desember 2026, Pemkab Kudus menargetkan pekerjaan fisik dapat diselesaikan lebih awal, yakni pada akhir November 2026.
"Kontrak memang sampai akhir Desember, tetapi kami ingin pekerjaan selesai pada akhir November," katanya.
Sementara itu, Pengawas Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) PT Aretas Wicaksana Konsultan, Putro Bekti Aji, mengatakan capaian pembangunan saat ini masih berada dalam jalur yang direncanakan meski terdapat deviasi sekitar satu persen dari target 24 persen.
Menurutnya, selisih tersebut dipengaruhi tingginya target pekerjaan pada tahap konstruksi yang sedang berlangsung.
"Secara keseluruhan proyek masih on track sesuai jadwal. Saat ini fokus pekerjaan berada pada pelat lantai satu dan lantai dua yang dikerjakan kontraktor PT Galatama," ujarnya.
Setelah pekerjaan struktur lantai selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke lantai berikutnya sehingga progres diperkirakan meningkat lebih cepat.
Pihaknya menargetkan pemasangan atap lantai tujuh dapat diselesaikan pada Oktober 2026 sebelum memasuki tahap arsitektur dan penyelesaian akhir.
Sebagai informasi, pembangunan Gedung Kudus Sehat dimulai pada Mei 2026 di lahan bekas Plasa Matahari di samping RSUD dr. Loekmono Hadi.
Proyek senilai sekitar Rp91,45 miliar tersebut mengusung konsep medical tourism yang mengintegrasikan layanan kesehatan, fasilitas komersial, serta hotel untuk mendukung pengembangan sektor kesehatan dan pariwisata di Kabupaten Kudus.(san/him)