KUDUS – Ratusan karyawan Sigaret Kretek Tangan (SKT) Garung, Kecamatan Kaliwungu, mengikuti edukasi gizi melalui program Belanja Pinter Gizine Bener, Kamis (6/8).
Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta diberi uang Rp 25 ribu untuk membeli bahan makanan bergizi seimbang sebagai upaya meningkatkan kesadaran pola konsumsi sehat sekaligus mendukung pencegahan stunting.
Berbekal uang tersebut, para peserta berbelanja di warung dan pedagang sekitar pabrik.
Baca Juga: Massa Demo DPRD Kudus Ancam Ajak Warga Tolak Bayar Pajak, Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
Mereka ditantang memilih bahan pangan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dengan anggaran terbatas.
Beragam kebutuhan pokok berhasil dibeli peserta, mulai dari beras, sayuran, tahu, tempe, ayam, ikan, buah, hingga susu.
Seluruh hasil belanja kemudian dinilai oleh tim ahli gizi berdasarkan kelengkapan kandungan gizi, ketepatan pemilihan bahan, serta efisiensi penggunaan anggaran.
Program ini merupakan bagian dari Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Savoria yang mengusung slogan Belanja Pinter Gizine Bener.
Selama 2026, kegiatan digelar di lima lokasi SKT di Kabupaten Kudus, yakni SKT Blolo, SKT Besito, SKT Tanjungkarang 1, SKT Tanjungkarang 2, dan ditutup di SKT Garung.
Selain praktik berbelanja, peserta juga mengikuti berbagai permainan edukatif mengenai pola makan sehat dan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Supervisor SKT Tanjungkarang 2, Agus Widianto, mengatakan kegiatan tersebut mendorong karyawan agar lebih bijak dalam mengelola penghasilan, khususnya saat membeli bahan makanan.
"Program Belanja Pinter Gizine Bener ini sangat penting dan bermanfaat bagi para karyawan," ujarnya.
Menurutnya, peserta kini semakin memahami bahwa keputusan saat berbelanja tidak hanya didasarkan pada keinginan, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan gizi keluarga.
Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menjelaskan program tersebut merupakan bentuk edukasi sekaligus praktik langsung agar masyarakat mampu menyusun menu sehat bagi keluarga.
"Tidak hanya edukasi, tetapi juga praktik langsung bagaimana masyarakat memahami cara menyiapkan makanan bergizi untuk keluarga," katanya.
Sementara itu, Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation David Setiadi menambahkan, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa pola hidup sehat dimulai dari kebiasaan memilih bahan makanan yang tepat.
"Penilaian dilakukan oleh tim ahli gizi berdasarkan hasil belanja, jawaban peserta, serta efisiensi anggaran yang digunakan," jelasnya.
Salah seorang peserta, Siti Fatimah, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
Ia mengatakan kini lebih memahami cara menyusun belanja yang memenuhi kebutuhan gizi keluarga meski dengan anggaran terbatas.
Dalam tantangan tersebut, ia memilih beras sebagai sumber karbohidrat, ikan lele sebagai protein hewani, tahu dan tempe sebagai protein nabati, susu, sayur bayam, serta buah jeruk dan kelengkeng untuk melengkapi kebutuhan gizi keluarga. (san/him)