
KUDUS – Penjualan bendera Merah Putih dan perlengkapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kudus mengalami penurunan pada Agustus tahun ini.
Sejumlah pedagang musiman mengaku omzet mereka turun hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Salah seorang pedagang di Jalan Pemuda Kudus, Muhammad Rizal (25), mengatakan hingga Kamis (6/8) penjualan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Baca Juga: Kepala Disdag Kudus Dicopot, BKN Jatuhkan Sanksi Turun dari Eselon II ke Eselon III
Padahal, pada waktu yang sama tahun lalu sebagian besar stok dagangannya hampir habis terjual.
Pedagang asal Garut, Jawa Barat, itu datang ke Kudus sejak 24 Juli 2026 bersama rombongan sekitar 23 orang yang tersebar di sejumlah titik penjualan di wilayah Kudus.
Tahun ini merupakan kali kedua dirinya berjualan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan di Kota Kretek.
"Alhamdulillah tetap ada yang beli, meski hanya satu dua barang. Biasanya penjualan mulai ramai pada 1 sampai 10 Agustus," ujarnya.
Rizal menjual berbagai perlengkapan HUT RI, seperti bendera Merah Putih, umbul-umbul, bandir, hingga backdrop.
Harga bendera dipatok mulai Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu, umbul-umbul Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu, bandir Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu, sedangkan backdrop dijual seharga Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu.
Namun, hingga awal Agustus, penjualan baru mencapai sekitar 40 persen dari total stok yang dibawanya. Angka tersebut jauh di bawah capaian tahun lalu yang telah menyentuh sekitar 80 persen pada periode yang sama.
"Kalau tahun kemarin hampir semua barang sudah terjual. Sekarang sampai hari ini baru sekitar 40 persen. Jadi memang turun sekitar 50 persen," katanya.
Menurut Rizal, penurunan penjualan tidak hanya terjadi di Kudus, tetapi juga dirasakan pedagang musiman di sejumlah daerah lain. Ia menduga perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama.
"Mungkin sekarang banyak yang membeli lewat toko online. Jadi masyarakat lebih mudah mendapatkan perlengkapan 17 Agustusan tanpa harus datang ke lapak," jelasnya.
Selama berjualan di Kudus, seluruh kebutuhan transportasi, makan, dan tempat tinggal ditanggung oleh pihak yang mengajaknya bekerja, yang juga merupakan kakaknya. Ia berencana tetap berjualan hingga 15 Agustus sebelum kembali ke Garut.
Mayoritas pembeli, lanjut Rizal, berasal dari sekolah, pemerintah desa, dan berbagai komunitas yang membutuhkan perlengkapan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Ia berharap penjualan masih meningkat menjelang pertengahan Agustus, saat kebutuhan dekorasi biasanya mulai memuncak.
"Semoga beberapa hari ke depan pembeli semakin ramai sehingga target penjualan bisa tercapai," harapnya. (dik)