KUDUS – Dugaan tindak asusila terhadap anak terjadi di toilet sebuah masjid di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.
Korban berinisial N (5), warga Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, diduga menjadi sasaran aksi seorang pria tak dikenal yang disebut merekam bagian tubuh korban saat berada di dalam toilet.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/7) sekitar pukul 12.30. Menurut keterangan ibu korban berinisial ZI, anaknya yang baru pulang sekolah mengeluh sakit perut dan meminta buang air besar.
Baca Juga: Jalur Sepeda Baru di Kudus Terhalang PKL dan Parkiran, Penataan Ruang Diperlukan
Ia kemudian mengantar putrinya ke toilet masjid yang berada di dekat sekolah.
ZI mengaku sempat meninggalkan anaknya beberapa saat untuk memarkirkan mobil karena adik korban masih berada di dalam kendaraan.
Saat kembali ke toilet, ia mengaku memergoki seorang pria berada di bilik yang digunakan anaknya.
"Saya melihat pria itu berada di dalam toilet yang dipakai anak saya dan diduga sedang merekam bagian vital korban," ujar ZI.
Merasa curiga, ZI langsung membentak pria tersebut dan meminta pertolongan warga.
Baca Juga: Wabup Bellinda Berani Ungkap Investasi Hotel di Kudus Terbilang Menjanjikan
Pria itu kemudian berpindah ke bilik lain dengan alasan hendak buang air kecil.
Saat dimintai identitas, pria tersebut disebut tidak bersedia menunjukkan kartu identitas.
ZI kemudian merekam wajah pria tersebut dan mengunggah videonya ke media sosial sebagai bentuk upaya mencari keadilan.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu beragam respons dari warganet.
Beberapa di antaranya mengaku pernah melihat pria yang sama diduga melakukan tindakan serupa terhadap anak-anak di lokasi lain.
Namun, hingga proses mediasi yang difasilitasi pengurus masjid pada malam harinya, terduga pelaku tetap membantah tuduhan tersebut.
Menurut ZI, pria itu juga mengaku menghampiri korban karena mendengar anak tersebut menangis mencari ibunya.
Akibat kejadian tersebut, kondisi psikologis korban disebut mengalami trauma.
Korban kini merasa takut dan meminta ibunya tidak terlambat menjemput sepulang sekolah karena khawatir bertemu kembali dengan pria tersebut.
Sementara itu, marbot masjid, Karonu, mengatakan saat mediasi berlangsung tidak ditemukan bukti perekaman di telepon genggam terduga pelaku.
Ia juga menyebut pihak pria yang bersangkutan membantah melakukan dugaan tindak asusila.
Karonu berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dengan tetap mengedepankan proses yang berlaku serta menjaga kondusivitas kedua belah pihak. (gal)
Editor : Abdul Rochim