KUDUS – Penantian warga Dukuh Kedung Mojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, terhadap akses penghubung yang lebih memadai akhirnya terwujud.
Jembatan Garuda yang dibangun oleh Kodim 0722/Kudus kini resmi dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus memperlancar perekonomian masyarakat.
Jembatan tersebut diresmikan pada Kamis (23/7) melalui program jembatanisasi TNI.
Baca Juga: Hari Anak Nasional, Kasus Stunting di Kudus Turun Drastis dari 13 Persen Menjadi 3,7 Persen
Keberadaannya menjadi akses penting bagi warga, terutama untuk menuju area persawahan dan mengangkut hasil pertanian.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, mengatakan pembangunan jembatan bertujuan meningkatkan konektivitas antardesa maupun antardukuh sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar.
"Tujuan utamanya untuk konektivitas, penghubung antara desa dan dukuh. Selain itu, pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Desa Tanjungrejo selama ini sangat membutuhkan akses tersebut, terutama untuk mengangkut hasil panen seperti tebu dan jagung.
"Khusus di desa ini jembatan sangat dibutuhkan warga untuk memanen hasil tanam seperti tebu dan jagung. Ini menunjukkan jembatan sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, warga sebenarnya telah lama berencana membangun jembatan secara swadaya.
Namun, keterbatasan kemampuan membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan hingga akhirnya mendapat dukungan melalui program jembatanisasi TNI.
Dibangun Selama Satu Bulan
Jembatan Garuda Tanjungrejo dibangun selama kurang lebih satu bulan, mulai 5 Juni hingga 4 Juli 2026.
Infrastruktur tersebut memiliki panjang 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Proses pembangunan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat dengan semangat gotong royong.
Pada semester pertama 2026, program jembatanisasi Kodim 0722/Kudus mencakup empat titik pembangunan.
Dua jembatan telah selesai dibangun, yakni Jembatan Armco di Desa Pedawang dan jembatan gantung di Desa Ngembalrejo.
Sementara dua titik lainnya berada di Desa Tanjungrejo dan Desa Lau, Kecamatan Dawe.
"Untuk semester pertama ada empat jembatan. Dua sudah selesai dan dua lainnya masih dalam proses, salah satunya Jembatan Garuda di Tanjungrejo," ungkap Dandim.
Siapkan Lokasi Pembangunan Berikutnya
Kodim 0722/Kudus juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pembangunan jembatan selanjutnya, di antaranya Jetis Kapuan, Kaliwungu, Rejosari, hingga Rahtawu.
Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengandalkan akses darurat, termasuk jembatan bambu, untuk aktivitas sehari-hari.
Pemkab Kudus Dukung Kolaborasi
Mewakili Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, mengapresiasi kontribusi TNI dalam membuka akses masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah.
Tapi juga membuka peluang ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan.
Atas nama Pemkab Kudus pihaknya menyambut baik inisiatif TNI.
"Ini bukan hanya soal membangun jembatan, tapi membangun harapan warga. Ketika akses lancar, ekonomi bergerak, anak sekolah tidak perlu memutar jauh, hasil bumi cepat terangkut," ujarnya.
Eko menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen mendukung keberlanjutan program tersebut dengan memastikan akses jalan menuju jembatan dalam kondisi layak.
"Prinsipnya Pemkab tidak bisa sendiri. Kalau TNI sudah membantu jembatannya, tugas kami memastikan jalannya juga layak. Ini yang kita sebut kerja kolaboratif," tandasnya. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim