Endhah Sam'ani Cek Langsung Tumbuh Kembang Balita, Kawal Kudus Menuju Zero Stunting

Indah Susanti • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:08 WIB

AWASI STUNTING: Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani melihat langsung pengawalan intervensi stunting. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
AWASI STUNTING: Ketua TP PKK Kudus Endhah Endhayani melihat langsung pengawalan intervensi stunting. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhahyani turun langsung mengawal intervensi terhadap balita yang mengalami stunting di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Rabu (22/7).

Didampingi tim dari RS Mardirahayu, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kudus, serta Dinas Sosial P3AP2KB, Endhah mengunjungi dua rumah dari enam balita sasaran Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Dalam kunjungan tersebut dilakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan atas, hingga lingkar kepala untuk memantau perkembangan masing-masing anak.

Baca Juga: Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum Sengketa Lahan Kampus di Kudus, Begini Duduk Perkaranya

"Meskipun angka stunting di Kudus sudah turun cukup banyak, pengawalan tetap harus dilakukan. Ini merupakan kelanjutan pendampingan enam anak di Kecamatan Jati bersama RS Mardirahayu," ujar Endhah.

Balita pertama yang diperiksa adalah Sapdo Pamungkas (2), warga RT 1/RW 2 Desa Jati Wetan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan berat badan 11,4 kilogram dengan tinggi badan 78 sentimeter.

Selanjutnya, tim memeriksa Felicia Salsabila Nadhifa (2), warga RT 1/RW 1 Desa Jati Wetan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan berat badan 8,7 kilogram dengan tinggi badan 78 sentimeter.

Endhah menjelaskan perkembangan kedua balita akan terus dipantau dalam beberapa bulan ke depan melalui pemeriksaan rutin.

"Kami sudah memiliki target perkembangan anak. Setiap kunjungan akan dicek berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala sehingga perkembangan anak bisa dipantau," katanya.

Ia menambahkan, Felicia sempat mengalami penurunan berat badan karena sakit. Oleh karena itu, pendampingan akan terus dilakukan bersama puskesmas dan RS Mardirahayu.

Program jemput bola tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kudus menekan angka stunting hingga mencapai nol kasus.

Menurut Endhah, prevalensi stunting di Kabupaten Kudus telah mengalami penurunan signifikan dari sekitar 13 persen menjadi 3,7 persen.

Meski demikian, berbagai intervensi tetap dilakukan agar target Zero Stunting dapat terwujud.

"Kami berharap angka stunting terus turun. Kalau bisa Kudus mencapai Zero Stunting," tegasnya.

Ia juga menyebut Kecamatan Dawe masih menjadi wilayah yang memerlukan perhatian lebih dalam penanganan stunting.

Edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang terus diberikan kepada orang tua.

"Kalau anak bosan makan telur atau minum susu, bisa diolah menjadi menu yang lebih menarik. Yang penting kebutuhan protein dan gizinya tetap terpenuhi agar anak tidak mengalami stunting," ujarnya.

Sementara itu, Pasri, ibu dari salah satu balita penerima pendampingan, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.

Selain pemeriksaan kesehatan, putranya juga memperoleh bantuan makanan tambahan berupa susu dan telur.

"Senang sekali dapat bantuan, ada susu dan telur. Alhamdulillah anak saya sehat," katanya. (san)

Editor : Abdul Rochim
stunting Kudus TP PKK Kudus Endhah Sam'ani zero stunting genting