KUDUS – Pendakian dalam rangka Explore Gunung Muria Chapter Puncak 29 dimanfaatkan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris untuk mengampanyekan pelestarian lingkungan.
Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam'ani Intakoris, ia memimpin penanaman dan penebaran ratusan benih pohon di sepanjang jalur pendakian dari Basecamp Semliro menuju Puncak 29, Sabtu (18/7).
Kegiatan penghijauan tersebut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas pendaki, serta masyarakat yang mengikuti pendakian.
Sam'ani mengatakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menyiapkan sekitar 150 kantong benih pohon trembesi yang ditebar di sejumlah titik kawasan Gunung Muria.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memperkuat kawasan resapan air.
"Saat menuju Puncak 29, Dinas Pertanian menyediakan sekitar 150 kantong kecil benih trembesi untuk ditebar. Mari kita jaga ciptaan Tuhan, jaga kebersihan, keindahan, juga lingkungan di Muria. Jangan buang sampah sembarangan," ujarnya.
Selama perjalanan, rombongan berhenti di beberapa titik yang telah ditentukan untuk menanam bibit pohon.
Setelah ditanam, bibit disiram menggunakan air yang telah disiapkan sebelum peserta kembali melanjutkan pendakian.
Selain penanaman, benih trembesi juga ditebar di sejumlah lokasi yang dinilai sesuai untuk mendukung penghijauan kawasan hutan.
Menurut Sam'ani, kegiatan tersebut merupakan langkah jangka panjang untuk menjaga kawasan Gunung Muria tetap hijau sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
"Kita jaga dan rawat alam yang indah ini. Ini milik kita bersama. Kita lestarikan hutan di Muria agar anak cucu kita nanti tetap bisa menikmati keindahannya," katanya.
Ia berharap aksi penghijauan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Sam'ani kembali mengingatkan masyarakat dan para pendaki agar selalu menjaga kebersihan kawasan Gunung Muria dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, kelestarian hutan menjadi modal penting bagi keberlanjutan ekosistem sekaligus pengembangan wisata alam di Kabupaten Kudus. (dik)