Hidupkan Budaya Mendongeng, Pemkab Kudus Gelar Puncak Hari Anak Nasional 2026 di Pendapa

Indah Susanti • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:29 WIB

NONTON FILM: Anak-anak happy saat menonton film WakaKibo Kids di Pendapa Kabupaten Kudus Hari Anak Nasional tahun lalu. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
NONTON FILM: Anak-anak happy saat menonton film WakaKibo Kids di Pendapa Kabupaten Kudus Hari Anak Nasional tahun lalu. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus akan menghidupkan kembali budaya mendongeng melalui rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus.

Beragam kegiatan edukatif disiapkan, mulai dari pemutaran film, workshop daur ulang barang bekas, hingga pelatihan membaca nyaring bagi orang tua.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kudus

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Relawan Literasi Masyarakat (Relima), Forum Anak, Forum Genre, serta SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus.

"Perayaan Hari Anak Nasional memang diperingati pada 23 Juli 2026, tetapi kegiatan puncaknya akan kami laksanakan pada 26 Juli di Pendapa Kudus. Kami bekerja sama dengan Relima, Forum Anak, Forum Genre, dan juga melibatkan SMK RUS," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan akan berlangsung sejak pagi hingga siang dengan sasaran anak-anak SD dan MI kelas 1 hingga kelas 3 yang didampingi orang tua masing-masing.

Sekitar 200 peserta ditargetkan mengikuti kegiatan tersebut. Hingga saat ini, sekitar 100 peserta telah mendaftar dan pendaftaran masih dibuka melalui Relima hingga kuota terpenuhi.

Menurut Putut, sejumlah kegiatan edukatif telah disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam pendidikan.

Peserta akan diajak menyaksikan serial animasi WakaKibo Kids, mengikuti workshop mengolah barang bekas menjadi produk kreatif, serta mengikuti sesi membaca nyaring.

Salah satu agenda utama adalah pelatihan membaca nyaring yang ditujukan kepada para orang tua.

Melalui kegiatan tersebut, Dinsos berharap budaya mendongeng yang dahulu menjadi tradisi di tengah keluarga dapat kembali tumbuh.

Menurut Putut, kebiasaan kakek dan nenek yang dahulu sering mendongeng sebelum anak tidur kini mulai jarang dilakukan.

Padahal, kegiatan tersebut memiliki manfaat besar dalam membangun kedekatan emosional sekaligus menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

Karena itu, pihaknya berharap para orang tua dapat kembali membiasakan membacakan cerita atau dongeng kepada anak-anak di rumah sebagai bagian dari pengasuhan yang positif dan menyenangkan. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
Hari Anak Nasional 2026 budaya mendongeng WakaKibo Kids membaca nyaring dinsos kudus