Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Beradu Karya Film Indie di Kudus, FFAB Jadi Panggung Sineas Muda Indonesia

Abdul Rochim • Minggu, 21 Juni 2026 | 17:51 WIB
MOMEN PUNCAK: Pemberian penghargaan kepada peserta atau sineas yang memenangkan ajang FFAB 2026. (FFAB UNTUK RADAR PATI)
MOMEN PUNCAK: Pemberian penghargaan kepada peserta atau sineas yang memenangkan ajang FFAB 2026. (FFAB UNTUK RADAR PATI)

KUDUS – Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatan dengan malam penganugerahan yang digelar di Balai Budaya Rejosari, Kudus, Sabtu (20/6) malam.

Ajang tersebut menjadi ruang apresiasi bagi para sineas muda dari berbagai daerah yang menampilkan karya-karya film independen terbaiknya.

Sebanyak sembilan penghargaan diberikan kepada film dan insan perfilman yang dinilai unggul dalam berbagai kategori.

Baca Juga: Persiku Kudus Masuk Grup Barat Liga 2, Kembali Satu Grup dengan PSIS Semarang

Malam penghargaan semakin meriah dengan kehadiran Faradina Mufti sebagai salah satu dewan juri serta sutradara Wahyu Agung Prasetyo yang turut memberikan apresiasi kepada peserta.

Acara diawali dengan penampilan Tari Lajur Caping Kalo dan Tari Caping Kalo yang menampilkan kekayaan budaya khas Kota Kudus.

Penggagas FFAB sekaligus perwakilan GsT Production, Asa Jatmiko, mengatakan festival ini hadir untuk membuka ruang kreatif bagi sineas daerah agar terus berkembang dan memiliki wadah untuk menampilkan karya mereka.

“FFAB menjadi ruang kreasi untuk mencerdaskan anak bangsa melalui kesenian dan kebudayaan. Kami ingin memperkuat ekosistem perfilman daerah agar terus tumbuh,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, FFAB menunjukkan perkembangan signifikan.

Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Lombok, Samarinda, Flores, hingga Papua.

Tercatat sebanyak 249 film masuk dalam database festival dan ditayangkan melalui platform sinea.id yang diluncurkan bersamaan dengan malam puncak FFAB 2026.

Dari ratusan karya tersebut, dewan juri menyeleksi 30 film nominasi terbaik sebelum menentukan para pemenang.

Faradina Mufti mengaku terkesan dengan kualitas karya yang masuk dalam festival.

Menurutnya, banyak film yang diproduksi dengan persiapan matang, baik dari sisi cerita, visual, maupun penyutradaraan.

“Saya cukup terkesan karena karya yang masuk bukan dibuat seadanya. Banyak film yang dipersiapkan dengan matang sehingga proses memilih nominasi terbaik cukup sulit,” katanya.

Ia menilai perkembangan perfilman daerah di Indonesia semakin menjanjikan.

Karena itu, ruang-ruang apresiasi seperti FFAB dinilai penting untuk membantu karya sineas muda dikenal lebih luas.

Pada malam puncak penghargaan, film Tutup Hari Kiamat berhasil meraih penghargaan Penata Skoring Terbaik dan Pemeran Pendukung Terbaik melalui akting Putri Ramadhani sebagai Dinda.

Sementara Kotak Amal membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Artistik Terbaik dan Film Penghargaan Khusus.

Penghargaan Editor Terbaik diraih Charles E melalui film The Grass and Not Very Grassy Kinda Thing It Does.

Untuk kategori Aktor Terbaik diberikan kepada Firman Marpaung melalui film Harun, sedangkan Aktris Terbaik diraih Gendhis Maharany lewat film A Tale of Two Nomads.

Adapun penghargaan Sutradara Terbaik diraih M. Kanz Daffa. Film garapannya, Will Today Be A Happy Day, juga dinobatkan sebagai Film Terbaik FFAB 2026.

Perwakilan Jagad Raya Film Samarinda, Kartika Candra Putri, menyambut positif penghargaan yang diraih film Kotak Amal.

Menurutnya, FFAB menjadi wadah penting untuk mempertemukan komunitas film daerah sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang inspiratif.

 

Editor : Abdul Rochim
#FFAB 2026 #Festival Film Anak Bangsa #Faradina Mufti #film indie Indonesia #sineas muda Indonesia