Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bupati Kudus Jadikan Nobar Piala Dunia 2026 sebagai Penggerak UMKM

Abdul Rochim • Senin, 15 Juni 2026 | 08:50 WIB

NOBAR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menonton pertandingan sepak bola piala dunia di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (12/6). (DINAS KOMINFO KUDUS UNTUK RADAR PATI)
NOBAR: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menonton pertandingan sepak bola piala dunia di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (12/6). (DINAS KOMINFO KUDUS UNTUK RADAR PATI)

KUDUS – Antusiasme ribuan warga yang memadati Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus saat nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026, Jumat (12/6) malam, tak hanya menghadirkan suasana meriah.

Pemerintah Kabupaten Kudus memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, kegiatan nobar sengaja dikemas tidak sekadar sebagai hiburan masyarakat.

Baca Juga: Seorang Pemuda 27 Tahun di Pati Bakar Rumah Orang Tua, karena Alasan Ini

Keramaian yang tercipta di ruang publik dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan ribuan penonton menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan omzet penjualan.

Karena itu, masyarakat diajak ikut berkontribusi dengan membeli produk maupun makanan yang dijajakan para pedagang selama acara berlangsung.

“Silakan masyarakat menikmati pertandingan sambil melarisi dagangan UMKM. Dengan begitu, kebahagiaan yang dirasakan masyarakat juga membawa manfaat bagi para pelaku usaha kecil yang menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Sam’ani menilai konsep nobar di ruang terbuka menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk menghidupkan ruang publik sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tingginya animo warga menjadi bukti bahwa kegiatan semacam ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Selain mempererat kebersamaan warga, kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha bagi pedagang yang memanfaatkan keramaian untuk berjualan.

Kehadiran ribuan pengunjung membuat berbagai lapak makanan, minuman, dan produk UMKM ramai didatangi pembeli.

Melihat dampak positif yang muncul, Pemkab Kudus berencana memperluas penyelenggaraan nobar hingga ke tingkat desa.

Langkah itu diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih merata dan dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan sampai di desa-desa. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, ini juga bisa mempererat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” tambahnya.

Kegiatan nobar Piala Dunia 2026 tersebut terselenggara melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Kudus dengan TVRI sebagai pemegang lisensi resmi penayangan pertandingan di ruang publik.

Pemkab berharap agenda serupa dapat terus menjadi sarana hiburan sekaligus pengungkit ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. (dik)

Editor : Abdul Rochim
#Alun-alun Simpang Tujuh #nobar Piala Dunia Kudus #ekonomi lokal Kudus #Samani Intakoris #umkm kudus