KUDUS – Program pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus memasuki tahap akhir.
Dari total 90 koperasi yang direncanakan berdiri di seluruh desa dan kelurahan, mayoritas bangunan kini telah selesai dikerjakan.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 68 unit KDKMP telah rampung dibangun.
Baca Juga: Petani di Gebog Kudus Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Tebu
Sementara itu, 22 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian dengan capaian pekerjaan. Rata-rata sudah melampaui 70 persen.
Menurutnya, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh koperasi dapat selesai sesuai target pada akhir Juli 2026.
Setelah seluruh fasilitas pendukung tersedia, koperasi diharapkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
"Kami optimistis seluruh bangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga koperasi bisa segera dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.
Meski bangunan fisik sebagian besar telah berdiri, sejumlah tahapan masih harus diselesaikan sebelum koperasi beroperasi.
Saat ini proses pengadaan perlengkapan seperti rak penyimpanan masih berlangsung.
Selanjutnya akan dilakukan pemasangan fasilitas pendukung berupa jaringan internet, CCTV, dan sistem operasional lainnya.
Di sisi lain, kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas koperasi mulai berdatangan.
Beberapa unit yang telah diterima antara lain truk, kendaraan pikap, serta kendaraan roda tiga yang nantinya akan didistribusikan ke desa dan kelurahan penerima manfaat.
”Kendaraan Kopdes tersebut didistribusikan secara bertahap ke desa. Kendaraan diambil di Kodim 0722/Kudus,” katanya.
Namun demikian, pembangunan KDKMP masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terkait ketersediaan lahan di beberapa desa dan kelurahan.
Sebagian lokasi yang diusulkan berada di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sementara beberapa wilayah lainnya belum memiliki lahan yang memenuhi ketentuan.
Kodim Kudus telah melaporkan berbagai kendala tersebut kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk mendapatkan solusi lebih lanjut.
Saat ini tercatat sekitar 42 desa dan kelurahan masih menghadapi persoalan terkait pembangunan koperasi, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Kecamatan Kota.
Yuusufa menegaskan keberhasilan program KDKMP memerlukan dukungan banyak pihak karena merupakan bagian dari program strategis nasional.
Oleh karena itu, koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait
Hal itu diharapkan untuk memastikan seluruh kebutuhan pendukung dapat terpenuhi masing-masing Kopdes maupun desa yang masih berproses membangun. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim