KUDUS - MENU Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus bakal distandarkan. Rencana tersebut diusulkan Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton. Kini, tinggal menunggu persetujuan dari kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Bellinda mengatakan, kegiatan audiensi dengan BGN jauh-jauh hari sebenarnya telah membuahkan hasil. Nantinya, menu MBG yang akan disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kudus akan diselaraskan.
“Lha ini BGN baru ada persoalan. Kemungkinan akan kami laporkan lagi, kalau keadaan sudah stabil. Kalau yang sebelumnya, sudah ada informasi diperbolehkan tinggal pengesahan. Ini kan baru ada perombakan. Jadi, menunggu situasi kondusif,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkab Kudus Berlakukan Penghapusan Denda PBB-P2 hingga Akhir Agustus
Pihaknya sudah berupaya lagi, untuk mengajukan standarisasi menu ke BGN. Informasinya, dari pusat tinggal menunggu tanda tangan kepala BGN.
Standarisasi menu yang diusulkan oleh Satgas MBG Kudus yakni, nantinya seluruh SPPG akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) terkait penyajian menu. Ada beberapa menu MBG yang disiapkan untuk bisa dipilih SPPG.
Bellinda mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus siap untuk memberikan pelatihan untuk relawan dapur atau pengelola SPPG, agar menu yang disajikan benar-benar aman, menarik, dan kandungan gizinya terpenuhi.
“Kami nanti siapkan beberapa menu. Jadi, tidak harus satu hari sama semua. Misalnya soto itu soto semua. Jadi, misalkan ada beberapa menu yang kami siapkan. Boleh disajikan masing-masing dapur. Nanti dapur bisa milih sendiri,” terangnya.
Termasuk dengan susu yang disajikan oleh SPPG. Bellinda mewanti-wanti, agar dapur MBG tidak sembarangan memilih susu kotak.
Sebab, harus mengecek kadar gizi di dalamnya. “Jangan sampai hanya karena merek dan kemasannya, seperti susu kotak, tapi susunya tidak sesuai yang diharapkan,” tegasnya.
Dia berharap, dengan upaya standarisasi menu yang tengah diupayakan saat ini, nantinya bisa membawa dampak positif pada pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto, untuk memperbaiki gizi anak dan ibu di Indonesia.
Standarisasi menu juga diharapkan dapat menjadi langkah antisipasi untuk menekan adanya kejadian luar biasa yang tidak diinginkan.
Seperti keracunan yang sempat menggegerkan para siswa di SMAN 2 Kudus beberapa waktu lalu.
“Kami berharap, program MBG ini yang memang bergizi beneran untuk anak,” tandasnya. (san/lin)