Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SAYEMBARA, Desain Batik ASN Kudus tapi Dilarang Pakai AI

Abdul Rochim • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:24 WIB
Dekranasda Kudus membuka sayembara batik ASN. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
Dekranasda Kudus membuka sayembara batik ASN. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus membuka sayembara desain batik khas yang nantinya akan digunakan sebagai seragam resmi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Kompetisi ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa batasan domisili.

Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kudus agar daerah memiliki motif batik khas yang dapat menjadi identitas resmi ASN.

Baca Juga: BAYI TELANTAR di Gang Sempit Juwana Pati, Jadi Rebutan Calon Orang Tua Asuh

Selama ini, Kabupaten Kudus belum memiliki motif batik khusus yang digunakan sebagai seragam aparatur pemerintah daerah.

Menurutnya, sayembara ini tidak hanya bertujuan menghasilkan desain batik baru, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi lokal Kudus kepada masyarakat luas.

“Melalui lomba ini kami ingin menggali berbagai potensi daerah yang bisa diangkat menjadi motif batik sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Beragam unsur lokal dapat dijadikan inspirasi dalam desain, mulai dari tradisi dan kesenian desa, situs budaya, bangunan bersejarah, hingga komoditas khas lereng Muria seperti parijoto, pamelo, dan berbagai hasil bumi lainnya.

Endhah berharap karya yang lahir dari sayembara tersebut mampu memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya lokal melalui kreativitas.

Ia menegaskan motif pemenang nantinya akan diproduksi dalam bentuk batik cap maupun batik tulis, bukan batik printing.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemberdayaan perajin batik lokal agar ikut merasakan manfaat ekonomi dari penggunaan seragam batik khas Kudus.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Bimo Sekti Bagus Thohari, menjelaskan tema utama lomba adalah menggali kekhasan Kudus sebagai sumber inspirasi desain.

Peserta dapat mengangkat berbagai ikon daerah, mulai dari hasil bumi, kuliner khas, bangunan bersejarah, destinasi wisata, tradisi budaya, produk unggulan hingga flora dan fauna khas Kudus.

Menariknya, peserta tidak diwajibkan memiliki kemampuan membatik. Mereka cukup membuat desain yang memungkinkan untuk diaplikasikan menjadi motif batik sekaligus seragam ASN.

Namun demikian, panitia menegaskan seluruh karya harus orisinal dan tidak diperbolehkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatannya.

Rangkaian sayembara berlangsung mulai Mei hingga September 2026. Tahap publikasi dan peluncuran telah dimulai pada Mei hingga Juni, dilanjutkan pendaftaran peserta sepanjang Juni.

Pengumpulan karya dijadwalkan pada Juni hingga Juli, kemudian seleksi administrasi pada Juli dan penjurian pada Agustus.

Dari seluruh peserta, panitia akan memilih 10 finalis terbaik yang berhak mempresentasikan konsep desain mereka, termasuk penerapan motif pada seragam ASN pria dan wanita.

Selanjutnya, dewan juri akan menentukan satu desain terbaik yang akan ditetapkan sebagai motif seragam resmi ASN Kabupaten Kudus.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dijadwalkan berlangsung pada September 2026 bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kudus. Panitia menyediakan hadiah dengan total nilai belasan juta rupiah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan, menegaskan bahwa lomba ini tidak dipungut biaya.

Peserta wajib mendaftar secara individu dan dapat mengirimkan maksimal dua desain dalam format JPG, JPEG, atau PDF melalui surat elektronik panitia.

Setiap karya harus dilengkapi formulir pendaftaran serta surat pernyataan keaslian.

Panitia juga memastikan hak cipta desainer tetap dihormati dengan mencantumkan nama perancang pada setiap publikasi karya yang digunakan. (san)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#sayembara batik Kudus #seragam ASN Kudus #Dekranasda Kudus #motif batik khas Kudus #desain batik 2026