Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sembelih 16 Kerbau, 37 Kambing, Panitia Kurban Menara Kudus Bagi Daging Dikemas Daun Jati

Abdul Rochim • Jumat, 29 Mei 2026 | 20:15 WIB
SEGERA DIDISTRIBUSIKAN: Perewang membungkus daging hewan kurban dengan daun jati. GALIH ERLAMBANG W/ Radar PATI)
SEGERA DIDISTRIBUSIKAN: Perewang membungkus daging hewan kurban dengan daun jati. GALIH ERLAMBANG W/ Radar PATI)

KUDUS — Tradisi penyembelihan hewan kurban di Masjid Menara Kudus kembali digelar dengan tetap mempertahankan penggunaan kerbau sebagai hewan kurban utama.

Penyembelihan dijadwalkan berlangsung pada 12 Dzulhijah atau Jumat (29/5).

Tahun ini, panitia kurban Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menyembelih sebanyak 16 kerbau dan 37 kambing.

Usai penyembelihan, daging kurban dibagikan kepada masyarakat menggunakan bungkus daun jati.

Baca Juga: Gerindra Kudus Tegaskan Siap Kawal Program Presiden Prabowo

Sebanyak 12 ribu lembar daun jati telah disiapkan untuk pendistribusian daging kurban di wilayah Kabupaten Kudus.

Ketua Panitia Kurban YM3SK Muhammad Faqol Ahzab mengatakan, jumlah hewan kurban masih terus berkembang hingga hari pelaksanaan.

Pada tahun ini jumlah kambing mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kambing ada 32 ekor, sedangkan kerbau 18 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penyembelihan dimulai sejak subuh dan distribusi daging dilakukan setelah salat Jumat.

Tradisi penyembelihan hewan kurban di Masjid Menara Kudus melibatkan sekitar 400 relawan.

Seluruh daging kurban dibungkus menggunakan daun jati karena dinilai lebih ramah lingkungan.

“Daun jati lebih kesat dan ramah lingkungan, sehingga daging tidak mudah basi,” katanya.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban memang rutin dilakukan setiap 12 Dzulhijah sebagai bentuk pelestarian tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Ahzab menyebut, hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai dari bupati, perusahaan, pejabat nasional, hingga masyarakat umum.

Sementara pendistribusian daging dilakukan melalui koordinator kecamatan agar penyalurannya tepat sasaran.

Prioritas penerima diberikan kepada fakir miskin dan daerah yang minim pelaksanaan kurban.

“Memang ada kriteria tertentu penerima daging. Kami prioritaskan fakir miskin dan daerah yang minim kurban,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemuda Rampok Tetangga Lansia di Kudus Terancam 12 Tahun

Tradisi penggunaan kerbau dalam kurban di Menara Kudus merupakan warisan dakwah Sunan Kudus sejak dahulu.

Pada masa itu, mayoritas masyarakat Kudus memeluk agama Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan masyarakat Hindu, Sunan Kudus mengganti hewan kurban sapi dengan kerbau.

Tradisi tersebut terus dijaga hingga sekarang sebagai simbol toleransi dan penghormatan antarumat beragama. (gal)

Editor : Abdul Rochim
#Masjid Menara Kudus #kurban kerbau Kudus #daun jati pembungkus daging #tradisi Sunan Kudus #Idul Adha 2026 Kudus