Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Mbah Bejo Jadi Sapi Kurban Seberat 1 Ton dari Presiden Prabowo Disembelih di Karangampel Kudus

Abdul Rochim • Selasa, 26 Mei 2026 | 19:41 WIB

CEK: Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah memastikan kondisi Sapi Presiden dalam kondisi sehat, Selasa (26/5). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
CEK: Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah memastikan kondisi Sapi Presiden dalam kondisi sehat, Selasa (26/5). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Sapi kurban Presiden RI untuk Kabupaten Kudus bernama Mbah Bejo dipastikan sehat dan siap disembelih pada Idul Adha 1447 Hijriah. 

Sapi jenis simmental berbobot hampir satu ton itu dijadwalkan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris usai Salat Idul Adha di Masjid Al Fajr, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Rabu (27/5).

Menjelang penyembelihan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus melakukan pemeriksaan langsung di kandang peternak di Kecamatan Jekulo, Selasa (26/5).

Baca Juga: TARIFNYA MURAH! Rumah Pemotongan Hewan di Blora Siap Layani Penyembelihan Hewan Kurban

Saat diperiksa, Mbah Bejo tampak aktif bergerak dan masih lahap makan.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus Arin Nikmah mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan sapi kurban presiden dalam kondisi prima dan layak disembelih.

Selain sehat, bobot sapi juga mengalami kenaikan.

“Diperkirakan hari ini bisa mencapai satu ton, sebelumnya di akhir penimbangan di angka 980 kilogram,” ujarnya.

Arin menjelaskan, sebelum dipilih menjadi sapi kurban presiden, Dispertan lebih dulu mendata sejumlah peternak lokal yang memiliki sapi berbobot besar.

Baca Juga: SOSOK Fahriya Agustini Raih Juara LKS Jateng, Dilirik Perusahaan Kecantikan

Dari hasil seleksi awal, terdapat tiga kandidat sapi yang diajukan kepada Kesekretariatan Presiden untuk dipilih secara langsung.

Menurutnya, Dispertan hanya memfasilitasi komunikasi antara peternak dan pihak Kesekretariatan Presiden melalui sambungan virtual.

Sementara penentuan sapi dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Harga pembelian sapi juga disesuaikan dengan bobot dan melalui proses negosiasi langsung antara peternak dan Sekretariat Presiden.

Standar harga sapi saat itu sekitar Rp 90 ribu per kilogram.

Peternak Mbah Bejo, Mustaqim (34), mengungkapkan dirinya membeli sapi tersebut sekitar satu tahun lalu dengan harga Rp 30 juta saat bobotnya masih sekitar 500 kilogram.

Setelah dirawat intensif selama setahun, sapi itu akhirnya terpilih menjadi hewan kurban presiden.

Mustaqim mengatakan, Mbah Bejo mendapatkan perawatan khusus agar pertumbuhannya maksimal.

Selain rutin dimandikan menggunakan air hangat setiap dua hari sekali, sapi tersebut juga diberi “comboran” berupa campuran air hangat, bekatul, pelet, dan singkong agar cepat besar dan sehat.

Sementara itu, Dispertan Kudus memperkirakan jumlah pemotongan hewan kurban pada 2026 meningkat sekitar 5 hingga 7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Estimasi hewan kurban meliputi 681 ekor sapi, 1.810 ekor kerbau, 9.961 ekor kambing, dan sekitar 260 ekor domba.

Di sisi lain, jumlah hewan kurban di Masjid Menara Kudus hingga kini belum diumumkan pihak yayasan.

Penyembelihan hewan kurban di kompleks Masjid Menara Sunan Kudus dijadwalkan berlangsung pada Jumat (29/5). (dik)

Editor : Abdul Rochim
#sapi kurban presiden #Iduladha 1447 H #Mbah Bejo #dispertan kudus #kudus