Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gaungkan Gerakan Ayah Teladan untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Abdul Rochim • Jumat, 22 Mei 2026 | 18:42 WIB
SEMINAR: Kegiatan BKKBN Jateng bersama TP PKK Kudus di Pendapa Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR PAT)
SEMINAR: Kegiatan BKKBN Jateng bersama TP PKK Kudus di Pendapa Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR PAT)

KUDUS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong penguatan peran ayah dalam keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia. 

Program tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 dengan membangun karakter anak sejak dini.

Ketua Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rusman Efendi menilai masih banyak ayah yang belum memahami pentingnya kehadiran dan kedekatan emosional dengan anak selama masa pertumbuhan.

Baca Juga: PANEN PERDANA Nila Bioflok di Undaan Lor Kudus Tembus Lima Ton

Kesibukan pekerjaan hingga terlalu fokus pada dunia digital membuat sebagian anak kehilangan figur ayah dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini diharapkan mampu meningkatkan perhatian ayah kepada anak agar mereka tidak kehilangan sosok panutan dalam keluarga,” ujar Rusman saat sosialisasi Program Bangga Kencana di Kudus, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, kualitas daerah dan negara harus dimulai dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui keluarga harmonis.

Perhatian orang tua dinilai menjadi fondasi penting agar anak tumbuh sehat secara fisik, mental, dan karakter.

Baca Juga: Santer Dirumorkan Igor Costa Hijrah ke Klub Liga Irak, Manajemen Persiku Kudus: Itu Tidak Benar!

Selain itu, BKKBN juga menyoroti upaya percepatan penanganan stunting melalui program Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Program tersebut disebut telah berjalan baik di Kabupaten Kudus dengan melibatkan gotong royong masyarakat tanpa bergantung pada dana pemerintah.

Rusman juga menekankan pentingnya keberadaan Taman Asuh Anak di tengah meningkatnya jumlah ibu bekerja.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu memastikan anak tetap mendapatkan pola asuh yang baik meski orang tua memiliki aktivitas kerja.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris menyatakan dukungannya terhadap program-program BKKBN.

Pihaknya berkomitmen memperkuat kolaborasi, termasuk dalam upaya penurunan angka stunting melalui edukasi gizi dan demo memasak menu sehat bagi keluarga.

Berdasarkan data hingga Maret 2026, terdapat sekitar 1.954 balita di Kabupaten Kudus yang terindikasi stunting.

TP PKK berharap berbagai program yang dijalankan dapat menekan angka tersebut hingga mencapai zero stunting di masa mendatang. (san)

Editor : Abdul Rochim
#stunting Kudus #Gerakan Ayah Teladan Indonesia #Generasi Emas 2045 #TP PKK Kudus #bkkbn