KUDUS – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban di Kabupaten Kudus mulai menunjukkan peningkatan.
Para peternak pun mulai kebanjiran pembeli, baik dari masyarakat umum maupun lembaga, seiring naiknya harga kambing dalam beberapa hari terakhir.
Peternak kambing asal Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Ahmad Sirril Wafa (25), mengatakan harga kambing kurban mengalami kenaikan sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per ekor dalam lima hari terakhir.
Baca Juga: Simental Seberat 1.060 Kg dari Grobogan Jadi Sapi Kurban Presiden
Kenaikan itu dipicu meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei mendatang.
”Dua pekan lalu harga kambing sudah naik menjadi sekitar Rp 3 juta. Lima hari terakhir naik lagi sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu,” ujarnya, Jumat (15/5).
Menurutnya, stok kambing tahun ini relatif lebih banyak dibanding kerbau.
Namun untuk penjualan kambing masih terbilang stabil dan diperkirakan terus meningkat mendekati hari pelaksanaan kurban.
Ia menyebut, tahun lalu dirinya mampu menjual hingga 217 ekor kambing. Sementara tahun ini hingga pertengahan Mei baru terjual sekitar 80 ekor.
Meski begitu, ia optimistis penjualan masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
”Biasanya makin mendekati hari-H makin ramai pembeli. Jadi masih berpotensi bertambah,” katanya.
Wafa menjelaskan, jenis kambing yang dipeliharanya cukup beragam, mulai Jawa Randu, Etawa, Boer, hingga domba.
Saat ini di kandangnya, untuk kambing jenis Etawa menjadi yang paling mahal dengan harga mencapai Rp 5,6 juta per ekor. Sedangkan kambing termurah dijual sekitar Rp 3 juta.
Selain kambing, ia juga menjual kerbau kurban. Namun jumlah kerbau tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu tersedia 27 ekor kerbau, kini hanya tersisa sekitar 18 ekor.
Baca Juga: Sapi Limousin Seberat 1,1 Ton Milik Warga Blora Diusulkan Jadi Kurban Presiden Prabowo
”Harga kerbau paling murah Rp 23 juta dan paling mahal Rp 28 juta,” terangnya.
Meski permintaan meningkat, Wafa mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam pemasaran.
Banyak pembeli justru memilih menitipkan hewan kurban di kandangnya hingga hari penyembelihan tiba.
”Biasanya setelah dibeli tetap dirawat di sini sampai hari-H. Kalau ada kendala seperti sakit, saya ganti dengan ukuran dan harga yang sama,” jelasnya.
Dalam perawatan harian, kambing dan kerbau diberi pakan dua kali sehari, yakni pagi dan sore.
Khusus kerbau, hewan tersebut juga rutin dimandikan agar tetap sehat dan bersih.
Ia mengakui musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi peternak, terutama untuk kambing jenis Jawa yang lebih rentan terserang flu. Berbeda dengan domba yang dinilai lebih tahan terhadap cuaca dingin dan lembap.
”Kalau hujan memang lebih susah perawatannya. Kambing Jawa gampang flu, sedangkan domba lebih tahan,” katanya. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim