KUDUS – Seorang siswa SMK di Kabupaten Kudus berinisial M, 15, diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal pada Jumat (8/5).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian punggung dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi penganiayaan itu diduga dilakukan oleh enam orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penyerangan Dua Remaja di Dawe Kudus, Korban Alami Luka Bacok
Dalam kejadian tersebut, dua siswa mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami luka cukup parah.
Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Bareng-Colo, turut Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Humas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Mufid, membenarkan adanya pasien korban dugaan pembacokan yang masuk ke instalasi gawat darurat (IGD).
Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.49 WIB.
“Pasien masuk ke rumah sakit dan mengalami luka bacok di area punggung,” ujarnya.
Menurut Mufid, luka bacokan pada punggung korban melebar hingga bahu kiri dengan panjang diperkirakan mencapai 15 sentimeter.
Luka tersebut juga menyebabkan korban mengalami pendarahan cukup banyak.
Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi korban disebut mengalami penurunan kesadaran, namun masih dapat diajak berkomunikasi oleh tim medis.
“Sekarang sudah dilakukan perawatan dan saat ini kondisinya sudah membaik,” katanya.
Saat ini tim dokter masih melakukan observasi terhadap korban di ruang IGD. Korban belum dipindahkan ke ruang rawat inap sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatannya.
“Kalau kondisinya membaik nanti akan dipindah ke ruang rawat umum. Tetapi kalau kondisinya menurun, korban akan dirawat di ICU,” jelasnya.
Mufid juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, hanya satu korban yang dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Sementara dua siswa lainnya mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Aparat disebut masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. (gal)