Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Wabup Kudus Bellinda Upayakan Keluarga Sutinah yang Tempati Bedeng Kayu Dapat Bantuan Rumah

Abdul Rochim • Rabu, 6 Mei 2026 | 19:47 WIB


SILATURAHMI: Wabup Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton meninjau dan memberikan bantuan kepada Keluarga Sutinah di salah satu kios Pasar Jepangpakis yang akan ditempati sementara, Rabu (6/5). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
SILATURAHMI: Wabup Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton meninjau dan memberikan bantuan kepada Keluarga Sutinah di salah satu kios Pasar Jepangpakis yang akan ditempati sementara, Rabu (6/5). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

JATI - Setelah lama hidup berhimpitan di lorong sempit bekas gudang kayu, keluarga Sutinah kini akhirnya menempati sementara salah satu kios di Pasar Jepangpakis, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Tempat itu menjadi layak bagi Sutinah, suami, dan anaknya sambil menunggu bantuan.

Harapan baru datang saat Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton meninjau langsung kondisi keluarga tersebut pada Rabu (6/5).

Dalam kunjungannya, Bellinda memastikan pemerintah daerah tengah berupaya mencarikan solusi agar keluarga itu segera memperoleh hunian yang lebih layak.

Baca Juga: MIRIS! Sebuah Keluarga di Kudus Terpaksa Tinggal di Bedeng Penyimpanan Kayu Bakar Hanya Seluas 1x6 Mater

Kami sudah minta tolong kepada Pak Camat dan Pak Kades untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial. Dan Alhamdulillah bisa dikasih tempat tinggal sementara di kios Pasar Jepangpakis,katanya.

Menurut Bellinda, Pemkab Kudus juga telah berkomunikasi dengan pihak swasta, yakni PT Djarum, guna membantu pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) bagi keluarga Sutinah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat terealisasi secepat mungkin.

Kami kemarin telah berkomunikasi dengan PT Djarum. Kalau bisa secepatnya, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini,ujarnya.

Selain menyiapkan tempat tinggal layak, Pemkab Kudus juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperbarui data sosial warga.

Langkah itu dilakukan agar penyaluran bantuan sosial ke masyarakat miskin benar-benar tepat sasaran.

Ia juga memberikan instruksi kepada kepala desa di Kabupaten Kudus supaya melakukan penyisiran dan pendataan terkait masyarakat yang sangat butuh bantuan.

Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada Bu Sutinah lain di Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Putut Winarno menjelaskan, Sutinah masuk kategori desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Karena itu, keluarga tersebut telah menerima sejumlah bantuan sosial sejak 2024.

Mulai 2024 dapat bantuan sembako, 2025 terdaftar PBI kesehatan, 2026 Januari sampai Maret juga dapat, nanti April sampai Juni juga dapat,jelasnya.

Namun, untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Sutinah belum terdaftar. Pemerintah daerah pun akan segera mengusulkan agar keluarga itu bisa masuk sebagai penerima manfaat.

Sutinah mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap nasib keluarganya.

Ia menceritakan, sebelumnya mereka tinggal di lorong berukuran sekitar 1 meter x 6 meter bersama suami Sulatin (48) dan anak mereka yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Di tempat sempit itu hanya ada satu ranjang berukuran sekitar 1 meter x 1,5 meter yang dipakai bertiga. Tidurnya bertiga, sempit-sempitan,katanya. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#Sutinah Kudus #bantuan rumah Kudus #Bellinda Wakil Bupati Kudus #Pasar Jepangpakis #bantuan sosial PKH