KUDUS – Sejumlah siswa Raudhatul Athfal (RA) di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (5/5/2026).
Sedikitnya tujuh siswa RA BA TA Attabiyatul dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, diare hingga muntah-muntah.
Menu MBG yang dibagikan saat itu meliputi nasi putih, oseng tahu, ayam goreng tepung, saus sachet, buncis wortel, serta buah pisang.
Baca Juga: Sutinah dan Keluarga yang Tempati Bedeng Kayu Direlokasi Pemdes ke Kios Desa Jepangpakis Kudus
Beberapa siswa sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Gondosari. Kepala Puskesmas Gondosari, dr. Wahyu Besar, memastikan kondisi seluruh siswa kini telah membaik.
“Sudah membaik semuanya,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Pasiter Kodim 0722/Kudus, Kapten Muslikhan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan tidak ditemukan indikasi keracunan makanan.
“Ada keluhan enam anak diare, satu anak sejak subuh, dan satu guru. Tapi bukan keracunan,” jelasnya.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus, Bellinda Birton, menyatakan pihaknya akan mengirimkan surat peringatan sebagai bahan evaluasi kepada pihak terkait.
Ia juga mengungkapkan adanya keluhan serupa dari wilayah lain terkait kualitas menu MBG. Satgas pun mendorong percepatan standardisasi menu untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami sudah minta tim menyurati koordinator Badan Gizi Nasional wilayah Kudus,” katanya.
Menurutnya, kewenangan pengelolaan dapur berada di bawah Badan Gizi Nasional, sementara Satgas berperan dalam pengawasan dan pemberian rekomendasi.
Satgas berharap evaluasi ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG agar lebih aman dan layak dikonsumsi, sekaligus mendukung tujuan peningkatan gizi masyarakat. (*/him)
Editor : Abdul Rochim