KUDUS – Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kudus menggelar sarasehan bertajuk “Tekad Kader Banser Masa Kini” di Joglo Sahabat Akhwan, Sabtu malam (2/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak peringatan Harlah ke-92 GP Ansor sekaligus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat peran Banser di tengah masyarakat.
Sarasehan tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas generasi Ansor dan Banser, seperti Akhwan Sukandar, Sarmanto Hasyim, Dasa Susila, Wawan Awaludin, Moh Afifudin, Arif Mustain, Noor Yanto, H. Muhtamat, hingga perwakilan Satkornas Banser Isa Abdillah.
Turut hadir pula Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, KH Asyrofi Masytho, jajaran Ketua PAC GP Ansor se-Kabupaten Kudus, kepala Satkoryon Banser, serta kader dari berbagai wilayah.
Baca Juga: Harlah ke-92 GP Ansor : Gowes 123 Km Bangkalan-Jombang, Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Dalam forum itu, Akhwan Sukandar menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat keberanian kader Banser seperti generasi terdahulu.
Menurutnya, Banser memiliki sejarah panjang dalam menjaga ulama, agama, dan negara.
Namun, ia juga mengajak seluruh kader untuk berani melakukan evaluasi terhadap kondisi saat ini yang dinilai mulai mengalami penurunan dalam hal kesiapsiagaan dan militansi.
“Ini bukan untuk saling menyalahkan, tapi menjadi bahan introspeksi bersama. Banser harus kembali berani, solid, dan hadir nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sarmanto Hasyim menambahkan bahwa nilai dasar perjuangan amar ma’ruf nahi munkar harus tetap menjadi ruh utama dalam setiap gerakan Banser.
Sementara itu, Dasa Susila mengajak kader untuk mulai berkontribusi dari langkah-langkah sederhana namun memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Wawan Awaludin menyoroti pentingnya pembenahan internal organisasi sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali kekuatan Banser.
Hal senada disampaikan Moh Afifudin yang menekankan pentingnya soliditas dan loyalitas dalam satu komando.
Ketua PC GP Ansor Kudus, Arif Mustain, menyebut Banser sebagai kekuatan utama dalam tubuh Ansor yang harus terus dijaga dan dibanggakan.
Ia mengajak seluruh kader untuk terus berkhidmat sebagai pelayan umat dan bangsa.
Baca Juga: Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor, Ansor Kudus Gelar Doa Bersama
Noor Yanto juga mendorong kader muda agar meneladani semangat juang serta keberanian generasi sebelumnya yang telah banyak berkontribusi menjaga keutuhan organisasi dan bangsa.
Dalam tausiyahnya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus KH Asyrofi Masytho menegaskan bahwa Ansor dan Banser adalah gambaran masa depan Nahdlatul Ulama.
“Jika kadernya kuat dan berakhlak, maka NU ke depan juga akan semakin kokoh,” ujarnya.
Sarasehan berlangsung hangat, penuh refleksi, dan menghasilkan semangat baru bagi kader Banser untuk semakin adaptif, solid, serta aktif berkontribusi di tengah masyarakat.
Momentum Harlah ke-92 GP Ansor ini diharapkan menjadi titik kebangkitan baru dalam memperkuat nilai perjuangan, soliditas barisan, serta peran Banser sebagai penjaga keutuhan bangsa. (*/him)
Editor : Abdul Rochim