KUDUS - Tradisi Manten Tebu mulai dilaksanakan di Pabrik Gula (PG) Rendeng, Rabu (29/4). Tradisi tersebut sebagai penanda dimulainya musim giling tebu di PG Rendeng Kudus. Target produksi 28 ton gula.
Sebelum melakukan seremoni penggilingan tebu, peserta kirab memerankan menjadi sepasang pengantin. Di belakang penganting yang mengenakan baju adat Kudusan diikuti oleh sejumlah karyawan PG Rendeng.
Sejumlah karyawan tersebut membawa batang tebu untuk dimasukkan mesin penggilingan secara simbolis.
Baca Juga: Dua Pemeras PKL di Kudus Dibekuk Polisi, Alasannya Bikin Geleng-Geleng
General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Atmoko menjelaskan, tradisi Manten Tebu tersebut rutin dilaksanakan sebelum musim giling tiba.
Tujuan dari tradisi ini adalah mengucap rasa sykur atas dimulainya musim giling tebu.
Dia menambahkan, prosesi secara filosofi temanten tebu tersebut manten putra bernama Raden Bagus Langgeng Laksono Wijoyo.
Nama tersebut memiliki makna orang yang memiliki konsistensi dalam hal kebaikan.
”Sementara untuk manten perempuan Roro Sri Rahayu Semseming Manis, yang memiliki arti mengandung doa, agar tumbuh menjadi mulia dan hidupnya sejahtera,” katanya.
Untuk tebu temanten putra dan putri diambil dari lahan yang berbeda. Untuk temanten tebu putra diambil dari tebu petani di wilayah Besito.
”Untuk temanten tebu putri itu dari kebun kami yang ada di Desa Peganjaran,” katanya.
Erwin menambahkan, pada musim giling tahun ini, PG Rendeng mengalami kenaikan produksi giling tebu.
Dia mencatat ada target giling sebanyak 400 ribu ton tergiling. Sedangkan rendemen atau kadar kandungan gula ditargetkan sebesar tujuh persen.
Sepanjang kegiatan giling tersebut, PG Rendeng mematok produksi gula yang akan dihasilkan sebesar 28 ribu ton.
”Tahun lalu tebu yang tergiling 328 ribu ton saja, alhamdulilah tahun ini ada peningkatan penggilingan,” katanya.
Terkait suplai tebu untuk giling, kata Erwin berasal dari lima kabupaten sebesar 5.400 hektar lahan. Sementara untuk luasan lahan yang dimiliki PTPN di Jepara sebesar 600 hektar. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim