Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

NGERI! 5.991 Warga Kudus Dinyatakan Suspek Penyakit TBC

Abdul Rochim • Selasa, 28 April 2026 | 19:41 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kudus dr Hakam. (DOK RSUD)
Kepala Dinas Kesehatan Kudus dr Hakam. (DOK RSUD)

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatata ada temuan kasus suspek Tuberkulosis (TBC) di Kudus mencapai 5.911 orang.

Temuan tersebut merupakan upaya dari Dinkes Kudus untuk terus menemukan kasus TBC sehingga bisa memutus matarantai penyebaran TBC di Kudus.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka penyebaran, termasuk melalui program skrining masif di tingkat daerah.

DKK mendekteksi orang-orang yang dicurigai atau atau suspek TBC berdasarkan hasil skrining cek kesehatan gratis (CKG) hingga Maret 2026.

Baca Juga: Guru Bahasa di Kudus Garap Film Gadis Pingitan, Jalan Ceritanya Menarik!  

Angka tersebut menunjukkan tingginya potensi penyebaran penyakit menular ini di masyarakat.

Kepala DKK Kudus dr. Abdul Hakam, mengatakan capaian tersebut bahkan melampaui target awal deteksi yang dipatok sebesar 4.281 suspek.

Hal ini menandakan bahwa upaya skrining yang dilakukan sangat efektif dalam menemukan kasus secara dini.

Dokter Hakam menjelaskan, TBC tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu, tetapi juga dapat menjangkiti kalangan usia muda. 

Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok muda selama ini sering dianggap lebih tahan terhadap penyakit menular.

”Kerentanan masyarakat Kudus terhadap TBC dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, hingga pola makan dan aktivitas harian yang kurang mendukung kesehatan,” kata dr. Hakam.

Ia juga menyoroti gaya hidup anak muda yang dinilai berpotensi memicu meningkatnya kasus TBC. Kebiasaan berkumpul di ruang tertutup dengan ventilasi kurang baik hingga rendahnya kesadaran menjaga kesehatan menjadi faktor pendukung penyebaran penyakit.

”Tingginya kasus TBC di lingkungan pondok pesantren di daerah lain, seperti di Purbalingga, menjadi perhatian khusus. Itu juga menjadi perhatian bagi kami untuk ke depan melakukan skrining ke pesantren,” imbuhnya.

Dokter Hakam, juga berencana melakukan skrining dengan menyasar 200 pondok pesantren mulai bulan depan. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi gejala TBC sejak dini di kalangan santri.

”Sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030 melalui pemeriksaan intensif dan pencegahan berkelanjutan,” paparnya. (san/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#penyakit TBC #dinkes Kudus #kudus #cek kesehatan gratis