KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) Muhammad Anand Adianto yang menjadi korban dugaan pemerasan oleh oknum ormas menjalani pemeriksaan kesehatan pada Kamis (16/4/2026).
Pemeriksaan dilakukan bersama ibunya di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, sebagai tindak lanjut atas kondisi trauma dan kecemasan yang masih dirasakan.
Keduanya didampingi Dinas Sosial P3AP2KB Kudus selama proses pemeriksaan. Jenis pemeriksaan meliputi pengecekan jantung dan kesehatan kejiwaan. Proses tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan hasilnya dinyatakan normal.
Baca Juga: DEMONSTRASI, Sejumlah Warga di Kudus "Bentrok" dengan Polisi
Tim Dinsos menjemput Anand dan ibunya sekitar pukul 08.00. Meski secara fisik dinyatakan sehat, keduanya masih mengalami kecemasan, terutama saat ada tamu datang atau ketika harus keluar rumah.
Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan Dinsos P3AP2KB Kudus, Yuni Saptorini, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
“Secara medis sehat, namun secara psikologis masih ada trauma. Kami berikan motivasi agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Dinsos juga terus memantau perkembangan kondisi keduanya serta memberikan pendampingan agar Anand dapat kembali berjualan seperti sebelumnya.
Sementara itu, saat ditemui di rumahnya, ibu Anand, Rita, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan sempat dijadwalkan pada Senin (13/4), namun baru terlaksana pada Kamis (16/4). Ia bersyukur hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik.
“Alhamdulillah hasilnya normal. Tapi masih trauma karena kejadian ini. Tidak pernah terpikir sebelumnya, usaha kecil seperti jualan es masih dimintai uang sampai puluhan juta,” ungkapnya.
Rita menambahkan bahwa kasus ini telah ditangani pihak kepolisian dan berharap segera selesai. Ia mengaku pasrah atas kondisi yang terjadi, dengan harapan keluarga tetap dalam keadaan aman.
“Saya serahkan semuanya kepada Allah. Yang penting keluarga saya selamat,” tandasnya. (san/him)
Editor : Abdul Rochim