Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KERAP GAGAL PANEN! Petani Wonosoco Kudus Desak Pemerintah Normalisasi Sungai Juwana

Abdul Rochim • Kamis, 16 April 2026 | 19:45 WIB
TERDAMPAK: Warga melintas di dekat area persawahan di Desa Wonosoco yang terendam banjir. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)
TERDAMPAK: Warga melintas di dekat area persawahan di Desa Wonosoco yang terendam banjir. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)

KUDUS – Petani di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus kembali menghadapi persoalan banjir yang merendam lahan pertanian.

Pada masa tanam kedua ini, sebagian petani bahkan tidak bisa menanam padi karena sawah masih tergenang air.

Pemerintah Desa Wonosoco mencatat total luas lahan pertanian mencapai sekitar 400 hektare. Dari jumlah tersebut, hampir 200 hektare terdampak banjir akibat limpasan air kiriman dari wilayah Grobogan.

Baca Juga: Program Pertukaran Pelajar di Kudus Berpotensi Diperpanjang Jadi Dua Pekan

Kepala Desa Wonosoco, Setyo Budi, menjelaskan bahwa genangan air sudah terjadi sejak Maret dan terus berlanjut hingga masa tanam kedua.

“Kejadian ini sudah terjadi sejak masa tanam pertama. Sawah belum sempat ditanami, sekarang masuk masa tanam kedua masih tergenang,” ujarnya.

Ia menyebut, banjir di wilayah tersebut menjadi kejadian rutin setiap tahun. Salah satu penyebab utamanya adalah sedimentasi di sepanjang aliran Sungai Juana yang menghambat aliran air.

Karena itu, pihak desa mendesak dilakukan normalisasi sungai secara menyeluruh agar aliran air dari hulu di Grobogan menuju hilir bisa kembali lancar.

Sebelumnya, upaya normalisasi secara swadaya telah dilakukan di Sungai Londo bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan pemerintah desa sekitar. Namun, hasilnya dinilai belum maksimal karena genangan masih terjadi di area persawahan.

“Kalau tidak segera dinormalisasi, sawah akan terus tergenang,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, petani diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta per petak sawah, mencakup biaya tanam hingga perawatan. Jika ditotal, kerugian keseluruhan bisa mencapai miliaran rupiah.

Selain banjir, petani juga menghadapi ancaman hama seperti tikus dan ulat yang semakin memperparah kondisi pertanian.

Sementara itu, BPBD Kudus sebelumnya telah menindaklanjuti usulan normalisasi Sungai Londo bagian hilir sepanjang 1,8 kilometer. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong bersama BBWS Pemali Juana dan pemerintah desa di wilayah Undaan serta Prawoto, Kabupaten Pati. (gal/him)



Editor : Abdul Rochim
#banjir Wonosoco #petani Kudus #gagal tanam #normalisasi sungai #sungai juwana