Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu Menjerit di Kudus Ngaku Takut Naikan Harga Jual

Abdul Rochim • Rabu, 8 April 2026 | 13:23 WIB

MENJERIT: Pekerja memproduksi tahu di rumah produksi Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar PATI)
MENJERIT: Pekerja memproduksi tahu di rumah produksi Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar PATI)

KUDUS- Pengusaha tahu di Desa Ploso mengeluh dan masih bertahan di tengah naiknya harga bahan baku.

Bahan pembuat tahu yakni kedelai mengalami kenaikan yang signifikan. 

Pelaku usaha pembuatan tahu masih melakukan produksi di tempat usahanya di RT 1 RW 2 Desa Ploso, Jati, Kudus, Selasa (7/4).

Baca Juga: Selasa Bersepeda, Bupati Sam’ani di Kudus Ajak Warga untuk Hemat Energi

Bahan baku pembuatan tahu, biji kedelai mengalami kenaikan harga, namun harga jual tahu tidak ikut dinaikan oleh produsen. 

Pemilik usaha tahu, Noor Rosyid menyatakan, kenaikan harga bahan baku biji kedelai ini mulai naik menjelang Lebaran Idul Fitri.

Kenaikan tersebut bahan baku tahu tersebut, awalnya tidak siginifikan. 

”Mulanya naik dari Rp 100 rupiah, namun lama-lama harganya naik drastis,” katanya. 

Rosyid menjelaskan, mulanya harga bahan baku biji kedelai ini normal. Untuk satu kilogram biji kedelai diharga Rp 9.500.

Sedangkan adanya kenaikan harga saat ini dibanderol Rp 10.700 perkilogramnya. 

Pemilik usaha tahu ini, untuk kebutuhan produksi membutuhkan sebanyak tiga kwintal biji kedelai. Takaran kedelai ini diambil sesudah adanya kenaikan harga. 

”Sebelum naik kami per hari menggunakan lima kwintal biji kedelai untuk produksi. Sedangkan di tengah naiknya harga kami menurunkan produksi,” katanya. 

Selain menurunkan produksi, mirisnya lagi pemilik usaha tahu ini juga tidak menetapkan harga baru. Alias harga tahu tidak naik. 

Rosyid menambahkan, untuk harga jual tahu ukuran kecil Rp 1.000. Sedangkan untuk tahu ukuran besar Rp 1.200.

Dalam sehari ia mampu memproduksi 9 ribu buah tahu. 

Untuk jenis kedelai yang digunakan oleh pengrajin tahu ini, merupakan kedelai amerika.

Menurut Rosyid jenis kedelai ini adalah terbaik. Sementara untuk kedelai lokal saat ini sulit ditemukan. 

”Terkait kenaikan harga ini kami tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas naiknya bertahap,” ungkapnya. 

Rosyid berharap, harga kedelai segera berangsur turun. Dengan begitu produksi tahu bisa normal kembali. (gal)

 

Editor : Abdul Rochim
#harga kedelai #harga tahu tempe #kudus