Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ribuan Umat Padati Misa Kamis Putih di Kudus, Ritual Pembasuhan Kaki Penuh Makna Pelayanan

Abdul Rochim • Kamis, 2 April 2026 | 20:20 WIB
SIMBOL PELAYANAN: Romo Leonardus Murialdo Tina Kusuma membasuh kaki dan mencium jemaah sebagai simbolis murid Yesus saat Misa Kamis Putih di Gereja Santo Yohanes Evangelista Kudus. (HUMAS GEREJA SANTO YOHANES EVANGELISTA UNTUK RADAR PATI)
SIMBOL PELAYANAN: Romo Leonardus Murialdo Tina Kusuma membasuh kaki dan mencium jemaah sebagai simbolis murid Yesus saat Misa Kamis Putih di Gereja Santo Yohanes Evangelista Kudus. (HUMAS GEREJA SANTO YOHANES EVANGELISTA UNTUK RADAR PATI)

KUDUS Perayaan Tri Hari Suci Paskah di Gereja Santo Yohanes Evangelista berlangsung hidmat sejak kemarin.

Dengan rangkaian ibadah yang diikuti ribuan umat. Kegiatan ini, menjadi momen penting bagi umat untuk mengenang perjalanan sengsara hingga kebangkitan Yesus Kristus.

Pantauan di lokasi kemarin sore, jemaah gereja mulai berdatangan sejak 16.00. Mengenakan pakaian dominan warna putih.

Baca Juga: Di Kudus, 31 Orang Dinyatakan Positif Campak

Saat misa dimulai, suasana di dalam gereja sangat hidmat. Jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipimpin seorang romo. 

Kemudian, 12 jemaah sebagai perwakilan ditunjuk maju sebagai simbolis murid Yesus yang akan dibasuh kakinya.

Kabid Liturgi Dewan Paroki Franciscus Xaverius Didik Setyawan menjelaskan, rangkaian Tri Hari Suci dimulai dari Misa Kamis Putih. Dilanjutkan Ibadah Jumat Agung, Misa Vigili Paskah pada Sabtu malam, hingga Misa Paskah pada Minggu.

Ini merupakan satu rangkaian utuh yang dimulai Kamis hingga Minggu. Semua menjadi bagian penting dalam perayaan iman umat Katolik,ujarnya usai mengikuti Misa Kamis Putih kemarin.

Ia menyebut, pelaksanaan Misa Kamis Putih digelar dalam dua sesi. Yakni pukul 17.30 dan 20.00. Pada sesi pertama, diikuti sekitar 1.500 umat. Sedangkan sesi kedua, dihadiri sekitar 1.000 umat. Total sekitar 2.500 jemaat mengikuti ibadah tersebut.

Kapasitas gereja yang hanya mampu menampung sekitar 700 orang, membuat sebagian umat harus mengikuti misa dari aula yang telah disiapkan panitia. Meski demikian, suasana ibadah tetap berjalan tertib dan penuh kekhusyukan.

Misa Kamis Putih memiliki makna khusus, yakni mengenang perjamuam malam terakhir Yesus bersama para muridnya. Dalam misa ini, juga dilakukan ritual pembasuhan kaki terhadap 12 orang yang menjadi simbol dari 12 murid Yesus.

Pembasuhan kaki dilakukan oleh rama kepada 12 perwakilan umat dari berbagai lingkungan. Ini simbol keteladanan pelayanan dan kerendahan hati,jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan 12 orang tersebut, tidak melalui syarat khusus. Melainkan perwakilan dari tiap lingkungan sebagai simbol kebersamaan umat. Tradisi ini, merupakan bagian dari napak tilas yang merujuk pada kisah dalam Kitab Suci.

Misa sesi pertama dipimpin oleh Romo Leonardus Murialdo Tina Kusuma. Sedangkan sesi kedua dipimpin oleh Romo Martinus Mariosa Kleruk.

Selain pembasuhan kaki, rangkaian ibadah juga diisi dengan perarakan, doa, pujian, serta tuguran atau berjaga bersama sebagai bentuk permenungan hingga pukul 00.00.

Didik menuturkan, tema Paskah tahun ini Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera. Tema tersebut mengajak umat untuk lebih peduli terhadap sesama dan aktif terlibat dalam kehidupan sosial.

Harapannya, umat Katolik bisa hadir di tengah masyarakat, membawa semangat kebahagiaan dan kesejahteraan, serta mewujudkan sikap inklusif ke dalam dan terbuka ke luar,katanya.

Sebelumnya, rangkaian Paskah diawali dengan Rabu Abu sebagai tanda dimulainya masa puasa selama 40 hari. Dilanjutkan Minggu Palma sebagai peringatan masuknya Yesus ke Yerusalem hingga akhirnya mencapai puncak perayaan Paskah. (dik/lin)



Editor : Abdul Rochim
#Misa Kamis Putih Kudus #Paskah 2026 #pembasuhan kaki #umat Katolik Kudus #Gereja Santo Yohanes Evangelista