KUDUS – Konsumsi LPG, khususnya tabung 3 kilogram, mengalami peningkatan selama Ramadan hingga pasca Lebaran 2026.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat kenaikan penggunaan energi harian sebesar 6,7 persen, dari 4.854 metrik ton (MT) per hari menjadi 5.179 MT per hari.
Khusus LPG 3 kg bersubsidi, konsumsi meningkat 7,2 persen dari 4.630 MT per hari menjadi 4.965 MT per hari.
Baca Juga: Tiap Tahun 500 Bayi di Kudus Berisiko Stunting, Begini Faktanya
Sementara itu, penggunaan LPG non-subsidi justru mengalami penurunan 4,7 persen dari 224 MT menjadi 214 MT per hari. Puncak konsumsi tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total volume mencapai 5.424 MT.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi sejak awal Ramadan hingga masa arus balik Lebaran.
Menurutnya, ketahanan stok energi dipastikan aman dengan ketersediaan mencapai 29,2 kali lipat dari rata-rata konsumsi harian.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan karena distribusi berjalan normal.
Baca Juga: Bupati Samani Berangkatkan Enam Bus Balik Rantau Gratis ke Jakarta untuk Warga Kudus
“Stok dalam kondisi aman dan distribusi tetap lancar, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Sonhaji, menyebut adanya tambahan pasokan fakultatif hingga empat kali pengiriman atau sekitar 400 ribu tabung LPG 3 kg yang disesuaikan dengan kebutuhan bulanan.
Ia memastikan kondisi pasokan di Kudus tetap kondusif tanpa kendala distribusi. Permintaan LPG memang meningkat hingga tradisi kupatan, namun stok dinilai masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pertamina menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi tidak hanya saat Ramadan dan Lebaran, tetapi juga pada periode normal guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (san)
Editor : Abdul Rochim