KUDUS — Suasana duka menyelimuti Kabupaten Kudus saat jenazah Michael Bambang Hartono, Chairman PT Djarum, tiba di GOR Jati Kudus pada Minggu (22/3) malam.
Kedatangan almarhum disambut ratusan karyawan serta keluarga yang telah menunggu sejak sore hari.
Jenazah diberangkatkan dari Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB melalui jalur darat, kemudian tiba di Kudus pukul 20.16 WIB setelah menempuh perjalanan panjang.
Baca Juga: Michael Bambang Hartono, Sosok Kunci di Balik Kesuksesan Imperium Grup Djarum
Di lokasi, sekitar 500 karyawan perwakilan pabrik Djarum di Kudus hadir mengenakan pakaian putih sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Mereka berdiri melingkar di halaman lobi dalam suasana hening dan penuh duka, menanti kedatangan jenazah.
Rombongan memasuki area GOR melalui gerbang sebelah utara dengan iring-iringan mobil dan bus pengantar. Setibanya di halaman lobi, peti jenazah diturunkan dan didorong masuk ke dalam gedung oleh petugas yang telah bersiap.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan rangkaian ibadah menggunakan tata cara agama Katolik. Doa-doa dipanjatkan untuk almarhum yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia usaha nasional.
Jenazah disemayamkan di GOR Jati Kudus mulai 22 hingga 24 Maret 2026, sehingga keluarga besar, karyawan, dan masyarakat memiliki kesempatan memberikan penghormatan terakhir.
Setelah masa persemayaman, prosesi pemakaman direncanakan berlangsung pada 25 Maret 2026 di pemakaman keluarga di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang.
Kepergian Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi dunia industri Indonesia. Semasa hidupnya, ia dikenal berperan penting dalam mengembangkan PT Djarum serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang memberi dampak luas bagi masyarakat.
Salah satu karyawan, Harti (44), mengaku sangat kehilangan sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya selama 25 tahun bekerja di Djarum.
“Kami semua sangat berduka. Semoga perusahaan tetap jaya dan seluruh karyawan bisa terus meraih kesuksesan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Zulfan (36), yang menilai almarhum sebagai pemimpin yang berjasa besar, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat Indonesia secara luas.
Ketua Pimpinan Unit Kerja SPSI RTMM PT Djarum Kudus, Ali Muslikin, menambahkan bahwa nilai kekeluargaan yang ditanamkan almarhum sangat dirasakan oleh karyawan, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan melalui berbagai program, seperti beasiswa pendidikan bagi anak karyawan hingga perguruan tinggi. (dik)