KUDUS – Tradisi budaya tahunan Parade Sewu Kupat Muria kembali digelar di Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Panitia bersama pemerintah desa, Dinas Pariwisata, serta Forkopincam Dawe terus mematangkan persiapan melalui koordinasi intensif.
Baca Juga: Perpusda Kudus Jadi Favorit Ngabuburit, Mini Theater dan Playground Diserbu Pengunjung
Ketua panitia, Suwanto, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga upaya melestarikan nilai budaya dan kebersamaan.
Parade Sewu Kupat menjadi simbol gotong royong masyarakat Desa Colo dalam menjaga tradisi leluhur.
Dalam pelaksanaannya, akan ditampilkan tandu utama berisi ketupat lepet serta tandu hasil bumi.
Selain itu, empat gunungan campuran ketupat dan hasil bumi dari tiap RW juga akan dihadirkan.
Partisipasi turut melibatkan 17 desa se-Kecamatan Dawe dengan menghadirkan gunungan berukuran sedang.
Setiap tandu akan diiringi maksimal 20 orang yang mengenakan pakaian adat Nusantara. Pelajar dan organisasi masyarakat juga ikut ambil bagian dalam kirab budaya ini.
Rangkaian acara diawali pada Jumat (27/3) dengan istigasah di Taman Ria Colo, dilanjutkan ziarah dan penyerahan simbolis di kawasan Masjid dan Makam Sunan Muria.
Puncak acara akan digelar pada Sabtu (28/3) dengan kirab budaya dan grebeg ketupat. Seluruh peserta akan berkumpul di titik yang telah ditentukan sebelum memulai prosesi.
Meski sebelumnya sempat direncanakan pemecahan rekor MURI, agenda tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini karena kendala teknis.