KUDUS — Usaha jasa cuci karpet di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, mengalami lonjakan pesanan signifikan menjelang Ramadan hingga Lebaran. Bahkan, peningkatan order sudah mulai terasa sejak sebelum bulan puasa tiba.
Di lokasi usaha tersebut, halaman rumah dipenuhi tumpukan karpet yang sedang dalam proses penjemuran.
Puluhan karpet tampak dijemur setelah melalui serangkaian tahapan pembersihan.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Kemenag Lakukan Rukyatul Hilal 19 Maret
Sebelum dicuci, karpet terlebih dahulu dibersihkan dari debu menggunakan alat khusus.
Proses ini dilakukan secara teliti agar kotoran benar-benar hilang.
Setelah itu, karpet masuk tahap pencucian, lalu dikeringkan menggunakan vacuum sebelum akhirnya dijemur di bawah sinar matahari.
Pemilik Bekti Laundry, Bekti Utami (37), mengungkapkan bahwa lonjakan pesanan terjadi saat Ramadan dan menjelang Lebaran.
Baca Juga: Pemkab Kudus Pertimbangkan Arus Balik Gratis, Respons Antusiasme Mudik Lebaran
Pada hari biasa, ia hanya menangani sekitar 10 karpet per hari.
Namun kini, jumlah pesanan melonjak hingga hampir 200 karpet, berasal dari wilayah Kudus hingga luar kota.
Untuk tarif, jasa cuci karpet dipatok Rp15 ribu per meter persegi, sedangkan karpet tebal dikenakan Rp25 ribu per meter persegi.
Sebagian besar karpet yang dicuci merupakan milik masjid, sebagai persiapan menyambut salat tarawih.
Sementara itu, pelanggan rumah tangga biasanya mencuci karpet untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Bekti menegaskan bahwa proses pencucian tidak bisa dilakukan sembarangan. Karpet harus benar-benar bersih dari debu agar tidak menimbulkan bau tak sedap.
Selain itu, proses pengeringan juga membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari agar hasilnya maksimal.
Ia berharap pelayanan yang optimal dapat menjaga kepercayaan pelanggan dan meningkatkan jumlah order di tahun mendatang. (gal)