Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Mudik ke Kampung Halaman di Kudus, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Jadi Imam dan Khatib Idul Fitri

Admin • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:31 WIB

 

Mendikdasmen RI Abdul Mu
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti

 KUDUS - Muhammadiyah di Kabupaten Kudus menyiapkan puluhan lokasi penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan digelar Jumat (20/3) 2026.

Penetapan waktu tersebut mengikuti maklumat resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai penentuan 1 Syawal 1447 H.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus Zulfa Kurniawan, mengatakan seluruh jajaran Muhammadiyah di tingkat daerah hingga cabang telah mempersiapkan pelaksanaan salat Idul Fitri di berbagai lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Tiga Calon Sekda Kudus Diajukan ke BKN , Target April 2026 Dilantik

”Salat Idul Fitri tahun ini dilaksanakan sesuai Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026,” ujar Zulfa.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Baca Juga: Manfaatkan Jeda Kompetisi, Persiku Kudus Perkuat Fisik Pemain

Menurut Zulfa, PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kudus akan menggelar Salat Idul Fitri di sedikitnya 36 titik lokasi, mulai dari lapangan terbuka hingga halaman masjid dan fasilitas umum.

Salah satu lokasi utama pelaksanaan salat Idul Fitri berada di halaman Swalayan ADA, Purwosari, Kudus. Di tempat tersebut dijadwalkan akan dipimpin oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

”Insyaallah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti dijadwalkan menjadi imam sekaligus khatib Salat Idul Fitri di pelataran Pasar Swalayan ADA, Purwosari,” jelasnya.

Zulfa menambahkan, Muhammadiyah tahun ini juga menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang merupakan upaya terbaru untuk menyatukan sistem penanggalan hijriah umat Islam di seluruh dunia. Kalender tersebut mengusung prinsip satu hari satu tanggal secara global.

”Dengan pendekatan KHGT, kalender hijriah dapat disusun lebih sistematis dan terprediksi. Ini menjadi langkah penting dalam upaya penyatuan kalender Islam secara internasional,” katanya.

Ia menilai penetapan Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan jauh hari sebelumnya bertujuan memberikan kepastian kepada umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, agar dapat mempersiapkan rangkaian ibadah Ramadan hingga Idul Fitri secara lebih terencana.

”Dengan kepastian tanggal ini, diharapkan umat dapat memaksimalkan ibadah selama Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan kesiapan serta kebersamaan,” pungkasnya. (san/him)

Editor : Admin
#khatib #idul fitri #Mendikdasmen Abdul Muti #kudus #muhammadiyah #Imam Al Ghazali