Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Warga Kudus Tembus Antrean Online lalu Tukar Uang Baru di Bank, Ini Jadwal Penukarannya

Abdul Rochim • Selasa, 10 Maret 2026 | 19:14 WIB

 

TUKAR UANG: Sri Handayani memperlihatkan pecahan uang baru usai menukar di Bank Jateng Cabang Kudus. //INDAH SUSANTI/RADAR PATI
TUKAR UANG: Sri Handayani memperlihatkan pecahan uang baru usai menukar di Bank Jateng Cabang Kudus. //INDAH SUSANTI/RADAR PATI

KUDUS - Penukaran uang baru sudah mulai. Bagi masyarakat yang berhasil menembus aplikai layanan Serambi BI sudah bisa mendapatkan pecahan uang baru.

Salah satunya di Bank Jateng Kudus. Penukaran uang baru di sediakan loket sendiri, agar tidak terjadi antrean yang menumpuk di teller depan.

Untuk menukarkan uang baru melalui layanan Serambi BI di Bank Jateng Cabang Kudus.

Pendaftaran penukaran uang baru melalui program Serambi BI sendiri telah dibuka pada 28 Februari 2026 secara online.

Dalam sehari, kuota yang diberikan kepada Bank Jateng Cabang Kudus langsung ludes dalam sehari.

Setelah sukses melakukan pendaftaran, para nasabah akan dijadwalkan melakukan penukaran secara langsung di Bank Jateng Cabang Kudus secara bergantian, mulai kemarin, 9 Maret hingga Jumat (13/3) 2026.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus Risdiyanto menjelaskan, layanan penukaran uang baru disambut antusias oleh para nasabah.

Dari hari pertama, lokasi layanan Serambi BI di Bank Jateng langsung diserbu ramai oleh nasabah.

”Setiap hari dibuka tiga kloter. Kloter pertama pukul 09.00 sampai pukul 10.00, kloter kedua pukul 10.00 sampai 11.00, dan kloter ketiga mulai pukul 11.00 sampai 12.00. Per hari melayani 100 nasabah,” ujar Risdy.

Kuota yang diberikan Bank Indonesia (BI) untuk Bank Jateng Cabang Kudus juga terbilang banyak dibanding bank-bank lainnya. Sekitar 500 nasabah bisa menukar uang baru, dengan nominal penukaran maksimal Rp 5,3 juta.

”Kuota Bank Jateng termasuk yang banyak. Karena bank lain hanya tiga sampai empat hari pelayanan, kami lima hari full. Jadi melayani 500 nasabah,” jelasnya.

Untuk memberikan layanan yang nyaman, Risdy menyediakan tempat sendiri khusus melayani penukaran uang baru. Hal ini dilakukan agar nasabah tidak perlu lama mengantre di teller bank bersama nasabah umum.

Pada hari pertama, lanjut Risdy, ada dua orang yang tercatat belum mengambil permintaan penukaran uang baru. Hal ini dipengaruhi pula karena pengambilan uang harus dilakukan sendiri dan tidak boleh diwakilkan.

”Jadi yang ngambil ya harus yang punya KTP, tidak bisa diwakilkan, kemarin ada pakai surat kuasa kami tolak," kata Rusdi.

Risdy juga menginformasikan tidak ada perpanjangan pendaftaran penukaran uang baru pada layanan Serambi BI di Bank Jateng Kudus. Kuota yang diberikan telah ditentukan oleh Bank Indonesia.

Sementara itu, salah satu warga yang memanfaatkan program Serambi BI, Sri Handayani mengaku mulai mengakses layanan online pendaftaran penukaran uang baru saat tengah malam hari, baru bisa masuk dan yantol pukul 11.00.

Ia menukarkan uang Rp 1,8 juta, yakni pecahan Rp 10 ribu satu bandel, pecahan Rp 5.000 satu bandel, pecahan Rp 2.000 dan pecahan Rp 1.000.

”Antrean di aplikasi butuh perjuangan. Meski saya sudah antre tengah malam. Jadi saya mantengin terus, saya buka lewat laptop," ujarnyq.

Nantinya, uang baru ini akan digunakan untuk "balal" pada keponakan dan saudara-saudaranya yang masih kecil. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#SERAMBI BI 2026 #online #penukaran uang baru #lebaran #bank jateng