KUDUS – Kebakaran menghanguskan bangunan berukuran kurang lebih 100 x 20 meter yang digunakan untuk menyimpan jengkok tembakau di area kompleks perusahaan tersebut.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kudus, Ahmad Munaji, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga gudang, Aris Widodo (35).
Ia mencurigai munculnya asap dari gudang nomor dua dari arah belakang, tepatnya di sisi selatan kompleks.
Saat dilakukan pengecekan, api sudah terlihat membesar di dalam bangunan.
Aris kemudian meminta bantuan rekannya, Andi Siswanto (28), untuk mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api cepat membesar.
Kejadian itu segera dilaporkan ke Polsek Bae serta petugas pemadam kebakaran. Armada pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 06.11 WIB.
Sebanyak sembilan armada diterjunkan dalam proses pemadaman, melibatkan BPBD, Satpol PP, serta dukungan dari sejumlah perusahaan sekitar seperti PT Djarum, PT Pura, PT Nojorono, PT Sukun, dan satu unit water cannon dari Polres Kudus.
Hingga pukul 09.21 WIB, api masih terlihat menyala dan petugas terus melakukan pemadaman serta pendinginan.
“Untuk pemadaman utama diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih delapan jam. Saat ini masih dalam tahap pendinginan,” ujar Munaji.
Dugaan awal, kebakaran dipicu peningkatan suhu di dalam gudang akibat banyaknya tembakau ungkep yang disimpan.
Proses sirkulasi udara untuk stapel—yakni membolak-balik tembakau agar tidak lembap—diduga kurang optimal sehingga memicu panas berlebih.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Akibat peristiwa tersebut, satu gudang mengalami kerusakan cukup parah.
Bagian belakang bangunan bahkan dilaporkan roboh. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 5,5 miliar.
Insiden ini merupakan kebakaran kedua yang terjadi di kompleks gudang tersebut.
Pada Agustus tahun lalu, kebakaran juga melanda gudang berbeda dengan estimasi kerugian sekitar Rp 500 juta. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim