Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Keracunan Massal SMAN 2 Kudus Dipastikan Akibat Bakteri Escherichia Coli dalam Menu MBG

Abdul Rochim • Senin, 9 Februari 2026 | 17:33 WIB
DARURAT: Sejumlah siswa SMAN 2 Kudus yang diduga keracunan MBG digotong dan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan pada Kamis (29/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
DARURAT: Sejumlah siswa SMAN 2 Kudus yang diduga keracunan MBG digotong dan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan pada Kamis (29/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Misteri kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus akhirnya terungkap.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus memastikan penyebab insiden tersebut berasal dari bakteri Escherichia coli (E. coli) yang terdapat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah hasil uji laboratorium bakteriologi terhadap sampel makanan MBG diumumkan secara resmi pada 4 Februari 2026.

Hasil pemeriksaan memperkuat dugaan awal bahwa sumber gangguan kesehatan siswa berasal dari makanan yang disajikan dalam program tersebut.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, membenarkan temuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil laboratorium menunjukkan adanya kandungan bakteri E. coli pada sampel makanan yang diuji.

“Berdasarkan hasil uji laboratorium yang keluar pada 4 Februari, sampel makanan MBG dinyatakan positif mengandung bakteri E. coli,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2).

Mengacu pada laporan Badan Gizi Nasional (BGN), bakteri tersebut terdeteksi pada dua item menu MBG, yakni kuah soto dan sambal.

Kedua menu tersebut diduga menjadi media berkembangnya bakteri penyebab keracunan massal di lingkungan sekolah.

Makanan tersebut dikonsumsi siswa pada Rabu (28/1). Keesokan harinya, Kamis (29/1), ratusan siswa mulai mengalami gejala gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.

Berdasarkan data DKK Kudus, jumlah siswa yang terdampak mencapai lebih dari 500 orang.

Dari jumlah tersebut, 131 siswa harus mendapatkan penanganan medis intensif dan dirujuk ke rumah sakit.

Meski penyebab keracunan telah diketahui, DKK Kudus menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sanksi maupun kebijakan lanjutan terhadap penyedia makanan atau pihak terkait lainnya.

“Tugas kami sebatas pemeriksaan kesehatan, pengambilan sampel, serta penyampaian hasil pemeriksaan. Untuk tindak lanjutnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional,” tegas Nuryanto.

Ia menambahkan, seluruh evaluasi lanjutan dan langkah perbaikan pelaksanaan program MBG, termasuk pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Badan Gizi Nasional sebagai pengelola utama program Makan Bergizi Gratis. (him)

Editor : Abdul Rochim
#Mbg #keracunan MBG di Kudus #bakteri e coli #escherichia coli #SMAN 2 Kudus