KUDUS — Kegiatan pelatihan keterampilan yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satu program yang paling diminati adalah pelatihan kerajinan Piper Cleaner, yakni kawat berbulu lentur yang dapat dibentuk menjadi aneka kreasi unik dan berwarna.
Pelatihan ini tak sekadar menjadi sarana pengisi waktu luang, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan bagi pesertanya.
Kurnia, salah satu peserta, mengaku awalnya mengikuti pelatihan setelah memasuki masa purna tugas. Ia tertarik karena keterampilan tersebut berpotensi menghasilkan produk bernilai jual.
“Sudah sekitar satu tahun saya ikut pelatihan. Sekarang hasilnya sudah bisa dijual. Saya membuat buket bunga, gantungan kunci, hiasan dinding, dan beberapa bentuk lainnya dari piper cleaner,” kata Kurnia.
Ia memasarkan karyanya melalui media sosial, terutama status WhatsApp.
Respons yang diterima cukup menggembirakan karena banyak pesanan datang dari lingkungan sekitar.
“Harganya saya pasang mulai Rp 5 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung tingkat kerumitan. Lumayan untuk membantu kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Selain memperoleh tambahan penghasilan, Kurnia merasa pelatihan tersebut juga memberikan manfaat sosial.
Menurutnya, berinteraksi dengan sesama peserta membuat aktivitas sehari-hari lebih menyenangkan dan tidak monoton setelah pensiun.
Peserta lain, Halimatu Hilda, juga merasakan manfaat serupa.
Ia mengaku kerap mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus.
Sebelumnya, Hilda pernah belajar merajut, namun menurutnya piper cleaner lebih praktis karena proses pembuatannya relatif cepat.
“Kalau rajut butuh waktu lama. Piper cleaner ini lebih cepat jadi. Sekarang saya malah dapat pesanan gantungan kunci untuk suvenir pernikahan,” ungkapnya.
Menurut Hilda, produk yang paling diminati konsumen adalah buket bunga.
Selain itu, hasil kerajinan piper cleaner juga cocok dijadikan hiasan rumah, seperti dekorasi meja atau lemari.
“Penjualannya lumayan. Bisa nambah uang belanja dan jajan,” katanya.
Melalui pelatihan gratis ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus berharap masyarakat dapat mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. (san/him)
Editor : Abdul Rochim