KUDUS - Jumlah siswa SMAN 2 Kudus yang masih menjalani perawatan intensif akibat dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menurun.
Hingga Jumat (30/1) sore, tercatat 31 siswa masih dirawat inap di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan sebagian besar siswa yang sebelumnya dirawat kini telah diperbolehkan pulang seiring membaiknya kondisi kesehatan mereka.
“Pasien rawat inap terus berkurang. Sampai pukul 16.45 WIB hari ini, yang masih menjalani perawatan tersisa 31 anak,” ujar Mustiko di Kudus.
Sebelumnya, total 131 siswa SMAN 2 Kudus sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari jumlah tersebut, sebagian hanya menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dipulangkan pada hari yang sama, sementara lainnya menjalani rawat inap selama satu hingga dua hari.
Mustiko menjelaskan, pemulangan pasien dilakukan secara bertahap, baik pada Kamis (29/1) maupun Jumat (30/1), setelah kondisi siswa dinyatakan stabil oleh tim medis.
Penanganan medis terhadap para siswa dilakukan di sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika Husada, RS Kumala Siwi, RS Islam, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Adapun siswa yang masih menjalani rawat inap tersebar di beberapa rumah sakit dengan rincian: RSUD dr Loekmono Hadi Kudus (12 pasien), RSI Sunan Kudus (7 pasien), RS Mardi Rahayu (3 pasien), RS Aisyiyah (3 pasien), RS Sarkies (2 pasien), RS Kumala Siwi (2 pasien), dan RS Kartika Husada (2 pasien).
Direktur RSI Sunan Kudus, Ahmad Syaifuddin, membenarkan adanya tambahan pasien dari SMAN 2 Kudus.
Dengan masuknya dua siswa pada Jumat, total pasien rawat inap di RSI menjadi tujuh orang.
“Awalnya ada 16 siswa yang masuk pada Kamis. Setelah observasi, lima harus rawat inap. Hari ini ada tambahan dua pasien,” jelasnya.
Saat peristiwa dugaan keracunan mencuat pada Kamis (29/1), Pemerintah Kabupaten Kudus bersama unsur TNI dan Polri bergerak cepat.
Yakni dengan mengerahkan seluruh armada ambulans untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit terdekat. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim