KUDUS – Sekilas kondisi ruang kelas IV, V, VI, serta gudang SD 4 Bulungcangkring tampak baik-baik saja.
Ini hanya rusak sedikit yang mengalami kerusakan plafon. Kelas masih di gunakan aktivitas pembelajaran seperti biasa.
Kondisi kelas juga terlihat bersih, tembok dengan cat yang masih sempurna.
Berdasarkan keterangan dari guru kelas I SD 4 Bulungcangkring Arum Winarni, setelah di cek atap secara keseluruhan, ternyata kayu-kayu usuk lapuh semua dimakan rayap dan cenderung berbahaya.
”Atap lapuk tersebut sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Namun, belum ada tindak lanjut untuk perbaikan karena dirasa masih aman,” jelasnya.
Awal Januari 2026, pada saat cuaca ekstrem, atap dari ruang kelas tersebut mengalami kebocoran. Setelah dicek, banyak kerangka atap yang ternyata dimakan rayap.
Arum menambahkan, kalau tidak dicek tidak tahu kalau keroposnya sangat parah, karena tertutup sama eternit.
Waktu hujan yang satu minggu berturut-turut bocor, ketahuan kalau keropos.
Bangunan tersebut memang sudah lama tidak mendapat sentuhan perbaikan.
Arum menjelaskan, pihak sekolah telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaaan dan Olahraga (Disdikpora) dengan harapan segera diperbaiki.
“Karena ruangannya masih dipakai untuk pembelajaran, kami takut kalau semakin lama malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Untuk diketahui bahwa saat ini, kelas IV di SD 4 Bulungcangkring terdapat 34 siswa, kelas V terdapat 40 siswa, dan kelas VI 39 siswa.
Gedung tersebut terpaksa tetap digunakan karena keterbatasan ruang di sekolah setempat.
Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengatakan, telah mendapatkan laporan terkait kondisi SD 4 Bulungcangkring.
Perbaikan direncanakan tahun ini melalui anggaran perawatan sekolah.
”Saat ini masih kami kaji untuk perbaikan di SD 4 Bulungcangkring, masih dilihat dengan konsultan apakah harus semua lima lokal dianggarkan atau ditambal sulam,” ujarnya. (san/him)
Editor : Abdul Rochim