Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Normalisasi Sungai Wulan di Kaliwungu Kudus Mampu Tekan Risiko Banjir

Abdul Rochim • Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43 WIB

 

CEK LOKASI: Tim kebencanaan meninjau lokasi yang tergenang banjir di Desa Setrokalangan Kec. Kaliwungu, belum lama ini. /PEMERINTAH KECAMATAN KALIWUNGU UNTUK RADAR KUDUS
CEK LOKASI: Tim kebencanaan meninjau lokasi yang tergenang banjir di Desa Setrokalangan Kec. Kaliwungu, belum lama ini. /PEMERINTAH KECAMATAN KALIWUNGU UNTUK RADAR KUDUS

KUDUS — Genangan air kembali terjadi di Kecamatan Kaliwungu, namun durasinya relatif singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Banjir yang biasanya melanda Desa Setrokalangan, Banget, dan Kedungdowo kali ini hanya bertahan sekitar tiga hingga empat hari.

“Memang Kaliwungu langganan banjir tiap tahun, tetapi sekarang tidak separah dulu. Sejak ada normalisasi Sungai Wulan dampaknya sangat besar dan signifikan mengurangi genangan,” ujar  Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan.

Normalisasi tersebut mulai dilakukan pada 2025 dan dinilai berhasil memperbaiki daya tampung aliran.

Menurutnya, ketinggian air maksimal hanya sekitar 50 sentimeter, itu pun terjadi di titik-titik terendah.

Contohnya di depan SD 1 Setrokalangan serta di sebelah utara jembatan Dukuh Karangturi.

“Dampaknya lebih ke akses jalan, bukan rumah warga. Kalau ada air masuk rumah, tidak terlalu parah karena rumah-rumah sudah ditinggikan,” jelasnya.

Satria menambahkan, kesiapsiagaan sudah dilakukan sejak awal melalui mitigasi bencana.

Upaya yang ditempuh antara lain pembersihan sungai-sungai kecil yang melintasi desa sebelum musim hujan, serta penguatan koordinasi Destana, Kencana, dan relawan kebencanaan di tingkat kecamatan.

Berdasarkan pendataan hingga 19 Januari, dari tiga desa terdampak terdapat 18 rumah terendam dan 56 jiwa terdampak. Meski demikian, kondisi cepat tertangani karena air segera surut.

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kudus dan kawasan Muria tidak terlalu mempengaruhi Sungai Wulan.

Aliran air dari daerah tinggi langsung masuk ke sungai melalui SWD 1, sehingga debit dapat tertampung dan mengalir lancar.

“Kalaupun sempat melimpas, tidak bertahan lama. Air cepat kembali masuk ke sungai,” katanya.

Sejumlah desa lain di Kaliwungu yang sempat tergenang kini telah surut, meliputi Sidorekso, Mijen, Papringan, Gamong, Prambatan Kidul, dan Kaliwungu.

Pemerintah kecamatan memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi hujan susulan. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#Sungai Wulan #kudus #Banjir di Kudus #normalisasi Sungai Wulan