KUDUS — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus terus mengalir.
Anggota DPR RI Komisi VII, Andhika Satya Wasistho Pangarso, turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak bencana, Minggu (18/1).
Distribusi bantuan dipusatkan di Balai Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, yang menjadi salah satu lokasi terdampak cukup parah.
Dalam aksi sosial tersebut, Andhika menyalurkan 1.000 paket sembako dengan nilai sekitar Rp 70 ribu per paket.
Setiap paket berisi beras, minyak goreng, dan mi instan.
Bantuan tersebut disebar ke tiga lokasi utama, yakni Desa Jetiskapuan, posko pengungsian di DPRD Kudus, serta Desa Golantepus.
Masing-masing titik menerima sekitar 300 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Ini adalah bentuk empati kami kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Bantuan ini juga didukung oleh BRI Peduli, semoga bisa membantu meringankan beban warga,” kata Andhika di sela kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Andhika juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kudus yang turut mendampingi kegiatan dan menyampaikan empati secara langsung kepada warga.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam penanganan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan.
Sebagai wakil rakyat, Andhika menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jangka panjang sebagai upaya pencegahan agar risiko banjir dapat ditekan di masa mendatang.
“Kita perlu infrastruktur yang kuat agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Dari DPR RI, kami akan mendorong agar Kudus mendapatkan dukungan yang layak,” tegasnya.
Selain bantuan untuk warga, perhatian juga diarahkan kepada pelaku UMKM yang terdampak banjir.
Andhika mengungkapkan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemkab Kudus untuk mendata pelaku usaha yang terdampak.
Ia berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat melalui rapat kerja dengan Kementerian UMKM, guna mempercepat penyaluran bantuan pemulihan ekonomi.
“UMKM sangat terdampak dalam situasi seperti ini. Mereka butuh dukungan agar bisa kembali berusaha dan bangkit,” pungkasnya. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim