Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KEMBALI PULIH! Warga Japan Gotong Royong Buka Akses Wisata Rejenu yang Tertutup Longsor

Abdul Rochim • Senin, 19 Januari 2026 | 11:32 WIB
Warga Desa Japan, Dawe Kudus bersama personel polisi membuka akses wisata air tiga rasa Rejenu kemarin.
Warga Desa Japan, Dawe Kudus bersama personel polisi membuka akses wisata air tiga rasa Rejenu kemarin.

KUDUS — Ketika longsor memutus jalur utama menuju kawasan wisata religi Rejenu, warga Desa Japan, Kecamatan Dawe, tak menunggu lama.

Dengan semangat kebersamaan, mereka turun tangan membersihkan material longsor hingga akses menuju Wisata Air Tiga Rasa dan Makam Syekh Sadzali Rejenu kembali terbuka.

Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu pagi (17/1) sekitar pukul 08.00 WIB, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kudus sejak malam sebelumnya.

Tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter runtuh, menyeret tanah dan bongkahan batu besar hingga menutup total badan jalan di lereng Gunung Muria.

Akibat kejadian tersebut, jalur vital menuju kawasan Argopiloso Muria lumpuh total.

Kendaraan tidak dapat melintas, dan aktivitas peziarah otomatis terhenti.

Kondisi ini memicu respons cepat warga yang bergotong royong membuka kembali akses yang menjadi urat nadi wisata dan permukiman.

Selama dua hari berturut-turut, warga bekerja bersama Destana Desa Japan, aparat Polsek Dawe, serta dukungan alat berat excavator.

Dua batu besar yang menghalangi jalan menjadi tantangan utama karena tidak memungkinkan dipindahkan secara manual.

Kapolsek Dawe, AKP Budianto, menyebut peran aktif masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan.

“Material longsor cukup berat, terutama batu besar dari tebing tinggi. Tanpa gotong royong warga, proses ini tidak akan secepat ini,” ujarnya, Minggu (18/1).

Pembersihan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar 14.30 WIB.

Usai material disingkirkan, petugas melakukan penanganan darurat dengan memasang pembatas sementara di sisi jalan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan.

Menurut AKP Budianto, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses menuju lokasi wisata religi Rejenu.

Selama tertutup longsor, tidak ada satu pun peziarah yang bisa mencapai lokasi.

“Sekarang jalur sudah bisa dilalui, tapi pengguna jalan tetap harus ekstra waspada karena jalan masih licin dan rawan,” katanya.

Selain memutus akses jalan, longsor juga merusak pipa saluran mata air di sisi jalur dengan estimasi kerugian sekitar Rp 5 juta.

Tak hanya itu, lahan kopi milik warga bernama Ngatno turut terdampak dengan kerugian sekitar Rp 2 juta.

Sehingga total kerusakan material ditaksir mencapai Rp 7 juta.

Pihak kepolisian dan pemerintah desa kembali mengingatkan masyarakat serta peziarah agar berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Terutama ketika hujan turun, mengingat kontur jalan yang curam dan potensi longsor susulan yang masih mengintai. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#longsor di Kudus #air tiga rasa rejenu #Makam Syeh Syadzali Kudus