MEJOBO – OSIS SMP 1 Kudus membuktikan rasa solidaritas, dengan membantu siswa SMP 2 Mejobo membersihkan ruang kelas yang kebanjiran.
Mereka kompak membersihkan ruangan kelas yang dipenuhi lumpur.
Seperti di ketahui SMP 2 Mejobo terkena banjir sejak Jumat (9/1) 2026.
Hingga, sekarang masih tergenang air di halaman sekolah.
Siswa mulai melakukan kerja bakti membersihkan ruang kelas yang sempat terdampak genangan air, kemarin (15/1) 2026.
Kerja bakti kali ini menggandeng siswa dari SMP 1 Kudus, ada sekitar 43 siswa yang membantu membersihkan ruang kelas di SMP 2 Mejobo.
Mereka dengan penuh semangat membersihkan lumpur dan genangan air di beberapa ruang kelas.
Ketua OSIS SMP 1 Kudus Aqila Candrasmurti mengatakan kedatangannya bersama 43 siswa yang merupakan pengurus OSIS SMP 1 Kudus.
Menurutnya, ini merupakan wujud kepedulian bersama kepada sekolah yang terdampak banjir.
Ia mengaku baru kali pertama datang dan melihat langsung kondisi banjir yang terjadi di SMP 2 Mejobo.
Hal ini membuatnya terenyuh, karena kondisi tersebut tentunya membuat kegiatan pembelajaran tidak nyaman, sehingga harus diliburkan.
”Kami pengurus OSIS SMP 1 Kudus ke sini dalam rangka bakti sosial, membersihkan kelas-kelas yang terkena dampak banjir. Kita ingin membantu SMP 2 Mejobo dan mempererat tali persaudaraan,” ujar Aqila.
Saat ini, kondisi genangan air di SMP 2 Mejobo mulai surut. Ketinggian yang semula mencapai 50 sentimeter, kini surut sekitar 30 sentimeter.
Sebagian ruang kelas pun sudah kering, meski halaman masih tergenang air.
Sementara itu, Kepala SMP 2 Mejobo Abu Sofyan mengatakan, terimakasih atas kepedulian SMP 1 Kudus yang turut gotong-royong membantu membersihkan sejumlah ruang kelas pasca-kejadian banjir beberapa hari lalu.
Adapun ruang kelas yang kelas VII dan kelas VIII, sementara untuk ruang kelas IX dan ruangan lainnya masih tergenang air.
Pembersihan dilakukan secara bertahap, agar kegiatan pembelajaran dapat segera kembali efektif.
”Hari ini dilakukan pembersihan ruang kelas, kami kedatangan dari relawan SMP 1 Kudus. Semoga dengan bantuan ini meringankan sekolah kami dalam melaksanakan bersih-bersih, karena sekolah kami harus segera berangkan,” katanya.
Ia berharap agar genangan banjir bisa segera surut, sehingga kegiatan pembelajaran siswa yang telah diliburkan sejak Jumat (9/1) 2026.
Saat ini, dapat segera dilaksanakan kembali dengan normal.
”Ini sudah lima hari diliburkan, memang sengaja tidak kami lakukan pembelajaran daring, karena siswa dan gurunya juga terdampak banjir di rumahnya masing-masing,” tandasnya.
Abu mengungkapkan bencana banjir memang menjadi langganan tiap tahun pada saat musim hujan.
Biasanya, banjir hanya bertahan selama dua hari, kemudian genangan air perlahan surut. Namun tahun ini, banjir belum kunjung surut hingga lima hari. (san/him)
Editor : Abdul Rochim