KUDUS - PRAJURIT Kodim 0722/Kudus bersama warga bergerak cepat membantu penanggulangan bencana.
Dengan meperbaiki sementara tanggul irigasi yang jebol di area persawahan Desa Bulungcangkring, Jekulo.
Aksi gotong royong ini, dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas sekaligus mengamankan lahan pertanian warga.
Kegiatan karya bakti dilaksanakan pada Rabu (14/1) ini, dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 14.30.
Perbaikan difokuskan pada tanggul irigasi Apur 1 di blok persawahan Sebatur yang jebol akibat tingginya debit air.
Kerusakan tanggul tercatat memiliki lebar sekitar 8 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter.
Personel Koramil 04/Jekulo bahu-membahu bersama pemerintah desa, aparat kepolisian, dan masyarakat setempat memperbaiki tanggul menggunakan metode darurat.
Tanah sawah dimasukkan ke dalam karung. Kemudian ditumpuk sebagai pengganti tanggul yang rusak dan diperkuat dengan patok bambu agar mampu menahan aliran air.
Danramil 04/Jekulo Mayor Inf (Har) Bambang Sunarto mengatakan, perbaikan sementara ini untuk mengantisipasi terjadinya tanggul jebol susulan yang dapat memperparah kondisi.
Terutama jika aliran air meluas ke area persawahan lain maupun permukiman warga.
Langkah ini penting, agar aliran irigasi bisa segera terkendali dan aktivitas pertanian warga tidak terganggu.
"Kami bersama masyarakat berupaya semaksimal mungkin agar dampak kerusakan tidak semakin meluas,” ujarnya di sela kegiatan.
Kegiatan karya bakti ini, melibatkan sekitar 50 orang.
Turut hadir Camat Jekulo Adji Setiawan, Wakapolsek Jekulo Iptu Parman, Kepala Desa Bulungcangkring Sulakim, Babinsa Serda Taufik, Bhabinkamtibmas Aiptu Suparjo, anggota Koramil dan Polsek Jekulo, Destana desa setempat, serta masyarakat.
Camat Jekulo Adji Setiawan mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan dampak bencana, khususnya di wilayah pertanian.
Sementara itu, Polres Kudus bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polres Kudus menyalurkan 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga yang terdampak banjir.
Terutama di posko pengungsian di Desa Kesambi dan Payaman, Mejobo, Kudus.
Dari jumlah tersebut, 500 paket MBG disalurkan ke lokasi pengungsian Desa Payaman. Sementara sisanya dibagikan ke pengungsian lain.
Menu MBG yang disiapkan dirancang untuk menjaga stamina dan kebutuhan gizi warga di tengah kondisi bencana.
Terdiri dari nasi putih, oseng kacang, ayam krispi saus asam manis, serta buah jeruk sebagai pelengkap nutrisi.
Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan, penyediaan MBG bagi warga terdampak banjir merupakan inisiatif langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.
”Langkah ini diambil untuk membantu meringankan beban warga yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujar Rendi di sela penyaluran bantuan di Balai Desa Kesambi.
Menurut Kompol Rendi, dalam kegiatan ini, Polres Kudus juga melibatkan Polwan Polres Kudus untuk mendampingi dan memberikan trauma healing kepada warga di pengungsian, sekaligus menyerap aspirasi serta keluhan warga terdampak.
Ia menambahkan, kehadiran SPPG Polres Kudus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi warga yang kehilangan akses memasak maupun mata pencaharian akibat banjir. (dik/gal/lin)
Editor : Abdul Rochim