Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tim Medis Kudus Terima Banyak Keluhan Sakit di Posko Pengungsian, Ini Beberapa Penyakitnya

Abdul Rochim • Rabu, 14 Januari 2026 | 20:00 WIB
PEMERIKSAAN: Tim medis saat memeriksa warga terdampak banjir di Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (14/1). (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
PEMERIKSAAN: Tim medis saat memeriksa warga terdampak banjir di Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (14/1). (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Layanan kesehatan bagi korban banjir mulai digencarkan.

Sejak Rabu (14/1), tenaga medis dari puskesmas turun langsung menyambangi posko-posko pengungsian di wilayah terdampak, khususnya Kecamatan Mejobo.

Warga menyambut antusias pemeriksaan ini, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan DKK Kudus, Amad Muchamad, menyampaikan bahwa laporan dari sejumlah posko menunjukkan adanya puluhan warga yang membutuhkan penanganan medis.

 

Lalu, tiga orang menderita hipertensi, dua orang mengeluhkan nyeri sendi, serta masing-masing satu kasus sakit gigi dan gastritis.

Pada anak-anak, kata dia, keluhan paling banyak berupa gatal-gatal karena kontak dengan air banjir yang kotor.

Sementara orang dewasa dan lansia umumnya mengeluh pegal, pusing, dan sesak napas. Obat-obatan dasar seperti penurun panas dan flu sudah kami siapkan,” jelas Amad.

Dari pendataan awal, tercatat 29 pasien dengan beragam keluhan.

Rinciannya, delapan orang mengalami ISPA, tujuh orang mengeluh sakit kepala, tujuh lainnya mengalami gatal-gatal atau scabies.

Ia juga memaparkan sebaran pemeriksaan di berbagai titik. Di Posko Pustu Tanjung Karang, Kecamatan Jati, terdapat tiga pengungsi.

Posko TPQ Khurriyatul Fikri Pasuruhan Lor menampung 27 pengungsi dari 15 kepala keluarga.

Sementara itu, posko kesehatan di rumah Jayati, Desa Jojo, melayani 30 pasien.

Di Balai Desa Golantepus tercatat 20 pasien, Desa Kesambi 55 pasien, SD 1 Temulus 25 pasien.

Kemudian, di Balai Desa Mejobo delapan pasien, Balai Desa Ngembalrejo 14 pasien, Balai Desa Setrokalangan lima pasien, serta layanan 24 jam di Pustu Singocandi dan area sekitar melayani 17 pasien.

Di Dusun Kacu Banget, tim medis menangani 38 warga dengan keluhan ISPA, pegal, dan dermatitis.

Sedangkan di Balai Desa Hadipolo terdapat 20 pasien dengan keluhan hipertensi, nyeri otot, dan demam.

“Pemantauan akan terus kami lakukan. Keluhan yang paling sering muncul adalah gatal-gatal, pusing, dan gangguan pernapasan,” pungkas Amad. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#tim medis Kudus tangani korban banjir #posko pengungsian banjir di Kudus