Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ribuan Liter BBM Pertalite Tercampur Air, SPBU Bacin Kudus Hentikan Penjualan?

Abdul Rochim • Selasa, 13 Januari 2026 | 19:20 WIB
Petugas Disdag Kudus mengecek BBM pertalite yang tercampur air, Selasa (13/1).
Petugas Disdag Kudus mengecek BBM pertalite yang tercampur air, Selasa (13/1).

KUDUS – Sejumlah grup WhatsApp warga mendadak ramai setelah beredar keluhan kendaraan mogok usai mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Desa Bacin, Kecamatan Bae.

Dalam pesan yang berantai, disebutkan BBM yang dibeli diduga tercampur air, lengkap dengan foto tangki dan penunjukan langsung ke SPBU yang dimaksud.

Manajemen SPBU 4359318 Desa Bacin membenarkan peristiwa tersebut.

Pengawas SPBU, Agus Purnomo, mengakui adanya kelalaian pada bagian penutup tangki penyimpanan yang tidak tertutup sempurna sehingga air hujan masuk.

"Ini murni kelalaian kami. Penutup tangki kurang rapat dan air masuk ke dalam tangki. Untuk sementara, penjualan Pertalite langsung kami hentikan,” ujarnya, kemarin (13/1).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 3 ribu liter Pertalite di dalam tangki yang sudah tercemar air.

Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menentukan penanganan lebih lanjut terhadap BBM tersebut.

“Kami sudah memanggil petugas khusus untuk menguras air di dalam tangki. Untuk BBM yang tercampur, kami menunggu instruksi dari Pertamina,” imbuhnya.

Agus juga mengonfirmasi adanya sekitar 10 konsumen yang kembali ke SPBU karena kendaraannya bermasalah.

Pihak pengelola menyatakan siap bertanggung jawab penuh.

Diperkirakan yang terdampak adalah konsumen yang mengisi antara pukul 05.00 sampai 06.00 pagi.

"Begitu diketahui ada air, penjualan langsung dihentikan. Kendaraan yang bermasalah akan kami periksa dan kami tanggung,” tegasnya.

Menyikapi informasi tersebut, Dinas Perdagangan Kudus melalui Kasi Promosi dan Perlindungan Konsumen, Atok Darmo Broto, mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Bersama tim, ia menguji BBM menggunakan bejana ukur dan menemukan adanya kandungan air dalam Pertalite.

Hasil pemeriksaan menunjukkan memang ada campuran air.

"Pihak SPBU mengakui kesalahan dan akan berkoordinasi dengan Pertamina. Penjualan Pertalite ditutup sementara sampai proses pembersihan rampung,” kata Atok.

Atok menambahkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi.

Namun, perlindungan terhadap konsumen tetap menjadi perhatian, terutama bagi warga yang dirugikan akibat kejadian ini.

Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa indikasi awal menunjukkan air berasal dari curah hujan.

“Begitu laporan diterima, Pertamina langsung memerintahkan penghentian penjualan Pertalite di SPBU tersebut sejak pukul 06.00 pagi untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh,” jelasnya.

Ia memaparkan, tahapan penanganan meliputi penelusuran riwayat distribusi, pengecekan kadar air melalui sistem ATG.

Lalu, pemeriksaan fisik menggunakan pasta air, hingga pengurasan total tangki.

Hasil lengkap akan disampaikan setelah seluruh proses selesai. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#spbu bacin kudus #kudus #pertalite bercampur air #pertamina #disdag kudus