KUDUS – Keluhan warga mendadak ramai di berbagai grup WhatsApp setelah sejumlah kendaraan dilaporkan mogok usai mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Desa Bacin, Kecamatan Bae.
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa Pertalite yang dibeli diduga bercampur air, lengkap dengan foto dan penunjukan langsung ke SPBU setempat.
Pihak pengelola SPBU 4359318 Desa Bacin membenarkan kabar tersebut.
Pengawas SPBU, Agus Purnomo, mengakui adanya kelalaian.
Pihaknya mengaku pada bagian penutup tangki utama yang tidak tertutup rapat sehingga air masuk ke dalam tangki penyimpanan.
“Memang ada kesalahan dari kami. Penutup tangki kurang rapat, akhirnya air masuk. Untuk sementara penjualan Pertalite kami hentikan,” ujar Agus, kemarin (13/1).
Ia menyebut, saat ini masih terdapat sekitar 3.000 liter Pertalite di dalam tangki yang telah tercampur air.
Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina guna menentukan langkah lanjutan terhadap BBM tersebut.
“Kami sudah memanggil petugas khusus untuk membersihkan air di dalam tangki. Untuk BBM yang tercampur, kami menunggu arahan dari Pertamina,” tambahnya.
Agus juga membenarkan adanya sekitar 10 konsumen yang kembali ke SPBU dengan keluhan kendaraan bermasalah.
Seluruh kendaraan terdampak akan diperiksa, dan pihak SPBU menyatakan siap bertanggung jawab.
Diduga yang mengisi antara pukul 05.00 sampai 06.00 pagi.
"Begitu tahu ada air, langsung kami hentikan. Kendaraan yang terdampak akan kami cek dan kami bertanggung jawab,” tegasnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasi Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Atok Darmo Broto, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Bersama tim, ia mengukur Pertalite menggunakan bejana ukur dan menemukan adanya campuran air dalam BBM.
Hasil pengecekan memang menunjukkan ada air.
"Pihak SPBU sudah mengakui kesalahan dan akan berkoordinasi dengan Pertamina. Sementara penjualan ditutup sampai proses pembersihan selesai,” kata Atok.
Atok menjelaskan, Dinas Perdagangan tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi atas kasus tersebut.
Namun, pihaknya memastikan perlindungan terhadap konsumen tetap dilakukan, termasuk bagi pengguna BBM yang dirugikan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa hasil pengecekan awal menunjukkan kandungan air berasal dari curah hujan.
“Setelah menerima laporan, Pertamina langsung memerintahkan penghentian penjualan Pertalite di SPBU tersebut sejak pukul 06.00 pagi untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh,” ungkapnya.
Menurut Taufiq, prosedur yang dilakukan meliputi penelusuran riwayat distribusi, pengecekan kadar air melalui sistem ATG, pemeriksaan fisik dengan pasta air, hingga pembersihan tangki secara total.
Hasil lengkap pemeriksaan akan disampaikan setelah seluruh tahapan selesai. (san/him)
Editor : Abdul Rochim