KUDUS — Ancaman longsor akibat abrasi sungai menghantui kediaman Ahmad Kosim di Kelurahan Purwosari setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Menyikapi kondisi itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendatangi langsung lokasi pada Sabtu (10/1/2026) untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapan penanganan darurat.
Dalam kunjungan tersebut, Sam’ani mengoordinasikan langkah cepat lintas instansi.
BPBD, Dinas Sosial, hingga unsur Forkopimcam diminta bersatu menangani situasi, mulai dari pengamanan area rawan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pendampingan psikososial bagi keluarga terdampak.
Warga sekitar pun dilibatkan melalui kerja bakti sebagai langkah awal penguatan lingkungan.
Keselamatan warga, kata dia, adalah prioritas utama. Semua unsur harus bergerak serentak, tidak boleh menunggu.
"Pendampingan harus dilakukan sampai situasi benar-benar terkendali,” tegas Sam’ani saat meninjau kondisi rumah yang terancam ambruk.
Ia juga menyoroti tingginya curah hujan yang masih berpotensi memicu kejadian serupa.
Menurutnya, respons cepat harus dibarengi langkah pencegahan jangka panjang agar risiko bencana tidak terus berulang.
“Upaya teknis seperti penataan alur sungai, penghijauan, dan kesadaran pengelolaan lingkungan harus berjalan beriringan. Tanpa keterlibatan warga, mitigasi tidak akan maksimal,” ujarnya.
Ahmad Kosim menyampaikan rasa lega atas kehadiran langsung pemerintah daerah.
Baginya, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarganya.
“Kami merasa diperhatikan dan dibantu. Ini memberi kami kekuatan untuk bertahan dan memperbaiki kondisi rumah ke depan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga mencatat peran aktif TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat dalam penanganan awal bencana.
Seiring meningkatnya kejadian hidrometeorologi di sejumlah wilayah, sinergi lintas elemen dinilai menjadi kunci utama.
Sinergi ini untuk mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak bagi warga. (him)
Editor : Abdul Rochim