Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

HAH.. kok Bisa? Dinas Pariwisata Kudus Sebut Waterboom di Museum Kretek Sesat Desain, Ini Penjelasannya

Abdul Rochim • Kamis, 8 Januari 2026 | 20:11 WIB

 

BERBENAH: Warga melintas di depan waterboom yang berada di Museum Kretek.
BERBENAH: Warga melintas di depan waterboom yang berada di Museum Kretek.

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus bersiap melakukan perombakan konsep pengelolaan objek wisata daerah.

Langkah ini ditempuh sebagai strategi meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Pada tahun 2026, Disbudpar Kudus dipatok target PAD sebesar Rp 5 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di mana pada 2025 target PAD berada di angka Rp 3,8 miliar dengan realisasi sekitar Rp 3,5 miliar.

Sekretaris Disbudpar Kudus, Agus Susanto, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pembenahan berada di kawasan Museum Kretek.

Menurutnya, konsep pengembangan museum selama ini kurang tepat karena menggabungkan fungsi edukasi dengan wahana rekreasi air.

“Museum Kretek itu konsepnya keliru. Fungsi museum justru bercampur dengan waterboom, sehingga tujuan kunjungan wisatawan menjadi tidak jelas,” ujar Agus.

Ia menilai, museum seharusnya berdiri sebagai destinasi edukatif yang memiliki karakter kuat.

Ketika dicampur dengan wahana hiburan, daya tarik utama museum justru memudar dan berdampak pada minimnya kunjungan.

Melihat kondisi tersebut, Disbudpar akan melakukan penataan ulang dengan memperbaiki konsep dan konten Museum Kretek agar lebih menarik dan edukatif.

Pembaruan ini diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan.

Selain itu, pengembangan pariwisata akan diarahkan pada konsep keterpaduan.

Museum Kretek direncanakan terhubung dengan narasi wisata Gusjigang, kawasan Stasiun Kereta Api.

Serta program kunjungan pelajar yang disertai kewajiban penyusunan laporan setelah berkunjung.

“Selama ini jumlah pengunjung Museum Kretek hanya sekitar 25 ribu orang per tahun. Dengan konsep terintegrasi, kami optimistis angka kunjungan bisa melonjak hingga 100 ribu orang pada 2027,” jelasnya.

Terkait keberadaan waterboom, Agus menegaskan wahana tersebut tidak akan dihilangkan, melainkan ditata ulang.

Pengelolaannya akan ditawarkan kepada pihak ketiga melalui skema sewa agar tetap memberikan kontribusi PAD bagi daerah.

Tak berhenti di situ, Disbudpar juga membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mengembangkan Taman Krida menjadi kawasan wisata yang lebih representatif.

Saat ini, proses penjajakan dan negosiasi masih berjalan.

Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, Disbudpar Kudus berharap sektor pariwisata mampu memberikan sumbangan lebih besar terhadap PAD sekaligus menghadirkan destinasi wisata yang lebih tertata dan berdaya tarik. 

Editor : Abdul Rochim
#museum kretek #kudus #WATERBOOM