Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dinas Pariwisata Kudus Sebut Waterboom Museum Kretek Sesat Desain, Begini Persisnya

Abdul Rochim • Kamis, 8 Januari 2026 | 19:59 WIB
BERBENAH: Warga melintas di depan waterboom yang berada di Museum Kretek.
BERBENAH: Warga melintas di depan waterboom yang berada di Museum Kretek.

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus tengah menyiapkan perubahan besar dalam pengelolaan destinasi wisata daerah.

Langkah ini dilakukan untuk menggenjot angka kunjungan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada tahun anggaran 2026, Disbudpar Kudus dibebani target PAD sebesar Rp 5 miliar.

Angka tersebut melonjak cukup signifikan dibandingkan tahun 2025, yang hanya dipatok Rp 3,8 miliar dengan realisasi Rp 3,5 miliar.

Sekretaris Disbudpar Kudus, Agus Susanto, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pembenahan adalah kawasan Museum Kretek.

Selama ini, konsep pengembangan museum tersebut dinilai keliru dan tidak sejalan dengan fungsi utamanya sebagai ruang edukasi sejarah.

“Konsep Museum Kretek sejak awal sudah tidak tepat. Museum dicampur dengan waterboom, sehingga arah wisatanya menjadi tidak jelas,” ujar Agus.

Menurutnya, museum seharusnya menjadi ruang yang memberi pengalaman edukatif dan reflektif, bukan bercampur dengan wahana rekreasi air yang justru mengalihkan fokus pengunjung.

Akibat desain yang tidak sinkron tersebut, angka kunjungan dinilai stagnan dan belum memberikan dampak signifikan terhadap PAD.

Disbudpar pun berencana melakukan penataan ulang dengan menghadirkan konsep baru yang lebih terarah.

Konten Museum Kretek akan diperkuat agar lebih menarik, informatif, dan relevan bagi pengunjung.

Selain itu, pengelolaan wisata akan diarahkan ke pola integrasi antardestinasi.

Museum Kretek akan dihubungkan dengan konsep wisata Gusjigang, kawasan Stasiun Kereta Api, serta program kunjungan edukatif bagi pelajar.

Para siswa nantinya diwajibkan membuat laporan setelah berkunjung sebagai bagian dari pembelajaran.

Selama ini kunjungan Museum Kretek masih di kisaran 25 ribu orang per tahun.

"Dengan konsep terintegrasi ini, kami optimistis jumlah pengunjung bisa melonjak hingga 100 ribu orang pada 2027,” jelasnya.

Terkait keberadaan waterboom, Agus menegaskan bahwa wahana tersebut tidak akan dihapus, melainkan ditata ulang.

Pengelolaannya direncanakan diserahkan kepada pihak ketiga melalui skema sewa, sehingga tetap memberikan pemasukan bagi kas daerah.

Tak hanya itu, Disbudpar juga membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mengelola Taman Krida agar dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih representatif.

Saat ini, proses penjajakan dan negosiasi masih berlangsung.

Dengan sejumlah langkah pembenahan tersebut, Disbudpar Kudus berharap sektor pariwisata mampu menjadi penopang PAD yang lebih kuat sekaligus menghadirkan destinasi wisata yang berdaya tarik dan berkarakter. (gal/him)

Editor : Abdul Rochim
#museum kretek #kudus #Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus #WATERBOOM