Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Terlibat Video Syur di Dekat Ruang Jenazah, Dua Oknum Pelaku Video Dibebastugaskan dari RSUD Kudus

Abdul Rochim • Senin, 5 Januari 2026 | 19:38 WIB

 

 

Diduga oknum RSUD di Kudus berbuat m*sum tertangkap CCTV.
Diduga oknum RSUD di Kudus berbuat m*sum tertangkap CCTV.

 

KUDUS – Kasus video asusila yang terjadi di lingkungan RSDU dr Loekmono Hadi Kudus akhirnya terungkap. Pihak manajemen rumah sakit mengakui, oknum pelaku merupakan pegawai RS plat merah ini.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Hakam membenarkan, bahwa kedua oknum di dalam video asusila yang beredar luas di media sosial itu.

Itu merupakan pegawai di rumah sakit yang ia pimpin. Sementara terkait waktu video tersebut, terjadi pada 2020 silam.

”Iya benar, kedua oknum itu (pelaku video syur, Red) merupakan pegawai RSUD. Video rekaman CCTV itu, terjadi pada 2020,” katanya.

Dia menyebut, pihak manajemen rumah sakit telah mengambil langkah tegas dengan membebas tugaskan kedua oknum tersebut.

Tujuannya, untuk memudahkan pemeriksaan.

Terkait lokasi kejadian ruangan di dalam video tersebut, diakuai oleh Hakam berada di lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

”Lokasinya berada di RSUD. Tepatnya di ruangan Rumah Tangga yang dekat dengan ruangan pemulasaraan jenazah,” jelasnya.

Kedua oknum itu, pada 2020 memang pernah satu divisi. Namun, saat ini keduanya sudah tidak lagi di satu divisi kerja.

Saat itu, Hakam belum menjabat sebagai direktur. Namun, pihaknya memastikan bertanggung jawab penuh terhadap kejadian tersebut.

Manajemen rumah sakit melakukan mitigasi dengan melakukan pemeriksaan.

Pada Senin manajemen melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Salah satunya terduga pelaku. Saksi diperiksa dari pukul 07.00 hingga pukul 13.00.

”Kami akan membuat berita acara untuk sebagai dasar laporan kepada bupati dan Inspektorat,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dulu pernah terdengar adanya isu terkait tindakan asusila tersebut, tetapi saat itu belum muncul adanya video tersebut.

Akibat kasus tersebut, pihaknya akan mengambil langkah profesional.

Tersebarnya video asusila tersebut, tentunya mengganggu pelayanan rumah sakit serta mencoreng citra di mata publik.

Terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan masih berproses. Rencananya pihak rumah sakit akan memanggil saksi tambahan.

”Secara regulasi di rumah sakit dan kepegawaian, ketika ada kesalahan akan kami beri sanksi. Bisa sanksi ringan, sedang, hingga berat (pemberhentian),” jelasnya.

Hakam menyayangkan kejadian itu. Apalagi terjadi di lingkungan rumah sakit.

Terutama tindakan tersebut, bukan dari moral atau adab ketimuran dan mencoreng nama besar Kudus sebagai Kota Santri. (gal/lin)

Editor : Abdul Rochim
#rsud dr loekmono hadi #ruang jenazah #video syur #kudus #cctv